Patung George Floyd Dirusak dengan Aksi Vandalisme

Tia Agnes - detikHot
Senin, 04 Okt 2021 11:36 WIB
Jakarta -

Nama George Floyd menjadi pemicu dari gerakan Black Lives Matter yang fenomenal beberapa tahun lalu di Amerika Serikat. Setelah patungnya berdiri di Union Square, San Francisco, ada seorang pria yang merusaknya dengan aksi vandalisme.

Sumber penegak hukum, seperti dilansir dari TMZ, Senin (4/10/2021), mengatakan dilihat dari kamera CCTV ada pria yang terlihat mencampur sesuatu di belakang patung John Lewis. Patung itu berada dekat dengan George Floyd.

Beberapa lama kemudian, pria itu langsung melompat ke atas skateboard dan melaju melewati patung George Floyd.

"Dia melemparkan campuran cat yang ada di tangannya lalu melarikan diri," ucap petugas keamanan tersebut.

Seorang sumber di lokasi kejadian juga mengatakan ada masyarakat sekitar yang melihat aksi vandalisme itu namun tidak melakukan upaya apapun. Saat ini, pihak kepolisian tengah menyelidikinya.

Patung George Floyd di Union Square baru saja berdiri 48 jam yang lalu atau dua hari sebelum diresmikan secara sah dalam sebuah upacara peringatan yang emosional.

Dilansir dari berbagai sumber, patung George Floyd didirikan bersamaan dengan salah satu dari tiga patung komunitas kulit hitam yang meninggal karena kebrutalan polisi. Selain George Floyd, ada patung milik Breonna Taylor dan John Lewis yang juga diresmikan.

Aksi vandalisme dengan cat abu-abu itu juga merusak patung Breonna Taylor dan John Lewis.

Pada Jumat (30/9/2021), patung George Floyd diresmikan. Saudara laki-lakinya, Terrence, hadir saat upacara peresmian patungnya. Ia menyebut karya seni itu sebagai #SeeInjustice.

Ada tiga patung yang diresmikan dan terbuat dari lapisan kayu lapis mahoni Afrika.

Sebelumnya, pembunuhan George Floyd di tangan polisi Minneapolis, Derek Chauvin, membuat gerakan keadilan sipil Black Lives Matter menggemar di Amerika Serikat. Polisi itu dijatuhi hukuman 22,5 tahun penjara atas pembunuhan tersebut.



(tia/dal)