The Design Museum Gelar Pameran untuk Amy Winehouse

Anarani Kifaya - detikHot
Rabu, 15 Sep 2021 19:34 WIB
Mural Amy Winehouse di Camden High Street, London
(Foto: dok. Twitter @designmuseum) Mural Amy Winehouse di Camden High Street, London.
Jakarta -

Sudah 10 tahun sejak meninggalnya Amy Winehouse, penyanyi jazz dari Inggris. Dalam rangka memperingati kematian sang penyanyi pada Juli 2011, The Design Museum di London mengadakan pameran spesial untuk Amy. Pameran ini diberi nama Amy: Beyond the Stage. Rencananya pameran tersebut akan dibuka dari tanggal 26 November.

Pengunjung akan disuguhkan barang-barang pribadi milik Amy yang belum pernah ditunjukkan ke publik seperti foto-foto, buku catatan Amy saat remaja, tulisan tangan yang berisi lirik lagu Amy serta beberapa pakaian dan aksesoris milik Amy.

Pameran ini juga membuat para pengunjung dapat merasakan pengalaman ruang studio album Back to Black di Metropolis Studios pada tahun 2006. Pameran ini juga memberikan kehormatan kepada hal-hal yang mempengaruhi Amy berkarier dari Dinah Washington, Mark Ronson, Camden, Motown sampai musik pop dan jazz era 1960-an.

Dalam pembuatan konsep Keluarga Amy bekerja sama dengan kurator ditambah dengan teman dekat sekaligus penata gaya Amy, Naomi Parry yang berperan sebagai penasihat pameran.

Dilansir dari NME, Naomi ingin menggelar pameran untuk Amy sebab menurutnya Amy merupakan sosok yang ikonik.

"Aku bertekad untuk membuat pameran tentang Amy karena aku pernah melihatnya secara langsung bagaimana dia menjadi ikon global," ujar Naomi.

Ia melanjutkan, "ketika aku mendekati pihak museum untuk mewujudkan ambisi ini, mereka langsung mengerti bahwa melihat Amy melalui warisan kreatifnya akan menciptakan pengalaman yang tak terlupakan," katanya lagi.

Naomi juga mengutarakan media sering menonjolkan sisi negatif Amy padahal Amy muncul sebagai musisi yang menghasilkan banyak karya.

"Seringkali penggambaran Amy difokuskan pada aspek negatif dari hidupnya, sementara pameran ini akan membawa pengunjung melihat semua apa yang dia capai dan menyoroti tanda-tanda menakjubkan yang ia tinggalkan pada kehidupan penggemarnya di seluruh dunia," ucap Naomi panjang lebar.

Semasa hidupnya Amy telah meluncurkan dua album penuh yaitu Frank (2003) dan Back to Black (2006). Satu album diluncurkan setelah kepergiannya berjudul Lioness: Hidden Treasures pada Desember 2011. Untuk mengenang sosok Amy, ia pun dibuatkan tiga film dokumenter bertajuk Amy (2015), Amy Winehouse: Back to Black (2018), dan yang terbaru, Reclaiming Amy (2021).

(aay/aay)