Mural 'Dibungkam' di Yogyakarta yang Dihapus Sentil Isu Kesenian

Tia Agnes - detikHot
Senin, 23 Agu 2021 14:38 WIB
Jakarta -

Mural bertuliskan kata 'Dibungkam' yang berada di bawah jembatan Kewek, Yogyakarta, dihapus oleh aparat dalam waktu kurang dari 24 jam. Karya yang dibuat oleh sekelompok seniman Yogya Street Art itu menyentil isu kesenian yang marak terjadi belakangan ini.

Anagard, salah satu seniman yang membuat mural mengatakan kata 'Dibungkam' merespons dan menyentil segala peristiwa yang terjadi belakangan ini.

"Tapi konteksnya adalah kesenian hari ini, gimana kesenian kita hari ini dibungkam total," kata Anagard ketika dihubungi detikcom, Senin (23/8/2021).

Dia melanjutkan, "Kawan-kawan di daerah berkarya itu tujuan keseniannya untuk mengekspresikan kegelisahan tapi mereka tetap dibungkam."

Para seniman jalanan yang kerap menyuarakan dan berekspresi di ruang publik bukan ruang pamer sangat menyayangkan dengan maraknya penghapusan mural di Indonesia.

"Dengan alasan kebersihan, tak berizin, saya kira tak masuk akal. Karena alasan itu kami membuat tulisan dibungkam yang satir. Kita nggak sakit dengan penghapusan mural, pemerintahan kita masih oke tapi suara kita mengapa 'disikat'," tegas Anagard.

Mural yang berada di bawah Jembatan Kewek, Yogyakarta itu bertuliskan kata 'Dibungkam' dengan huruf kapital. Karya yang berada dekat dengan Jalan Malioboro itu merupakan akses jalan strategis bagi masyarakat Yogyakarta.

Di bawah kata 'dibungkam' terdapat tulisan 'setop represi' dan 'mentalmu semangatmu'.

Karya itu dibuat oleh sekumpulan seniman yang tergabung dalam forum Yogya Street Art. Mereka adalah UR-GALAXI, Hi_hava, Juange Culture, Anagard, Kinky20, Hello Pelangi, dan Bumi Aku.

Kini mural di bawah kolong jembatan itu sudah dihapus aparat dan berganti dengan cat warna putih. Tembok itu sudah bersih dari goresan mural karya para seniman.

Ini bukan pertama kalinya mural karya anak bangsa dihapus. Sebelumnya ada mural bertuliskan Tuhan Aku Lapar yang berada di kawasan Tigaraksa, kabupaten Tangerang.

Mural 'Wabah Sesungguhnya Adalah Kelaparan' di Ciledug, Tangerang, Banten, juga dihapus aparat. Mural 'Dipaksa Sehat di Negara yang Sakit' dengan tulisan cerah di sudut Jalan Diponegoro, Bangil, Pasuruan, Jawa Timur juga mengalami hal yang sama.

Karya teranyar adalah mural bergambar sosok wajah pria mirip Jokowi yang bagian mata ditutup oleh tulisan 404: Not Found di Batuceper, kota Tangerang, juga dihapus dan senimannya diburu oleh aparat.

(tia/dal)