Seniman Jogja Ipo Hadi Memasyarakatkan Seni Lewat Pameran di Restoran

Pradito Rida Pertana - detikHot
Kamis, 20 Mei 2021 21:24 WIB
Pameran History Story Light
Seniman Yogyakarta Ipo Hadi. (Foto: Pradito Rida Pertana/detikcom)
Yogyakarta -

Seorang seniman di Yogyakarta, Ipo Hadi, menggelar pameran tunggal di sebuah restoran. Sebuah pilihan yang diharapkan dapat membuat khalayak umum menikmati seni dari kacamata mereka.

Ipo Hadi mengatakan bahwa pameran tunggal kali ini mengambil tema History Story Light. Pemilihan tema tersebut melambangkan respons dan reaksional atas dinamika yang terjadi.

"Tema yang diambil History Story Light yang bercerita tentang karya, sejarah, cerita dan harapan, harapan dengan adanya gerakan. Semoga terlahir gerakan-gerakan berikutnya untuk lebih sensitif dan empati melihat sekitar," katanya saat ditemui di lokasi pameran, Mediterrania restaurant by Kamil di Jalan Tirtodipuran, Kemantren Mantrijeron, Kota Yogyakarta, Rabu (19/5/2021) malam.

Berbagai macam persoalan hidup yang dihadapi sejatinya memberikan imajinasi dan rasa yang mampu diabadikan dalam wujud karya. Sehingga pada karya-karya tersebut dia menaruh harapan pada Tuhan, alam dan makhluk-makhluknya untuk terus mengabdi di setiap bidang yang dijalaninya.

Pameran History Story Light digelar di Yogyakarta oleh Ipo Hadi.Pameran History Story Light digelar di Yogyakarta oleh Ipo Hadi. Foto: Pradito Rida Pertana/detikcom

"Untuk itu saya sebagai pelaku seni berusaha untuk tetap tegar dan tidak patah arang dalam menghadapi kondisi saat ini. Selain itu tetap semangat dan bergerak meski dalam ruang yang terbatas," ujarnya.

Untuk pameran ini, Ipo menampilkan karya-karya berupa lukisan berbagai ukuran mulai yang berukuran besar maupun kecil. Ada pula karya mix media plat aluminium di atas kanvas. Menurutnya, dia memerlukan waktu sekitar 2 bulan untuk merampungkan semua karya yang dipamerkan.

"Kalau yang dipamerkan di pameran ini ada 25 karya, itu terdiri dari 22 lukisan 22 dan 3 karya mix media plat aluminium di atas kanvas," katanya.

Pameran History Story Light digelar di Yogyakarta oleh Ipo Hadi.Pameran History Story Light digelar di Yogyakarta oleh Ipo Hadi. Foto: Pradito Rida Pertana/detikcom

Alasan digelar di restoran

Ipo Hadi punya alasan khusus memilih restoran sebagai tempat pameran. Menurutnya, pameran seni di sebuah restoran memberikan tantangan tersendiri dan tantangan itulah yang memotivasinya untuk menggelar History Story Light ini. Restoran dinilai Ipo jadi tempat yang cocok mempresentasikan karyanya kepada masyarakat yang bukan pelaku seni.

"Kok di restoran? Karena di sini karena lebih ke tantangannya, pertama adalah untuk mempresentasikan konsep saya, ide saya ke khalayak umum yang bukan pelaku seni. Karena kalau pameran kan kebanyakan yang datang seniman dan pelaku seni ya," katanya.

"Nah, kalau ini kan orang-orang umum yang datang. Jadi lebih ke bagaiamana saya bisa mempresentasikan seni itu agar bisa dinikmati orang umum," lanjut Ipo.

Pameran History Story Light digelar di Yogyakarta oleh Ipo Hadi.Pameran History Story Light digelar di Yogyakarta oleh Ipo Hadi. Foto: Pradito Rida Pertana/detikcom

Ipo Hadi merupakan seniman yang menganut konsep outside art. Dia menjelaskan, outside art sendiri adalah penyebutan untuk karya-karya yang di luar mainstream salah satu tokohnya adalah Bill Trailor seorang seniman asal Amerika.

"Selama ini karya saya bertipikal abstrak dan naif atau bisa disebut juga karya outside art. Tipikal ini adalah cara seniman bebas untuk menentukan ide, teknik dan material yang dapat menghasilkan karya yang lebih berani," ujarnya.

Pameran History of Story Light akan berlangsung mulai tanggal 19 Mei hingga 19 Juni 2021. Selama pameran berlangsung, pihak restoran telah menerapkan protokol kesehatan secara ketat untuk mencegah penyebaran COVID-19.

Pameran History Story Light digelar di Yogyakarta oleh Ipo Hadi.Pameran History Story Light digelar di Yogyakarta oleh Ipo Hadi. Foto: Pradito Rida Pertana/detikcom
(aay/aay)