Pekerja Seni Blora Unjuk Rasa, Ngebet Minta Pentas Lagi

Febrian Chandra - detikHot
Senin, 29 Jun 2020 14:26 WIB
Aksi pementasan seni pegiat seni di Kabupaten Blora
Foto: Febrian Chandra/ detikcom
Blora -

Pelaku pegiat seni menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Bupati Blora, Senin (29/6/2020). Aksi turun ke jalan menuntut kejelasan status pembatasan sosial terkait COVID-19. Sejak ada pembatasan sosial, kegiatan pekerja seni macet.

Kegiatan unjuk rasa sempat membuat macet jalan di sekitar lokasi. Para seniman turut membawa puluhan barongan dan berbagai peralatan kesenian ke tengah jalan.

Seno Margo Utomo, salah seorang peserta aksi mengatakan, para pekerja seni ingin kejelasan status dari Pemkab Blora sehingga mereka bisa beraktivitas kembali di tengah-tengah masyarakat.

"Kami ingin bisa menggelar lagi kesenian," katanya.



Seno juga mengatakan, sejak pandemi awal Maret 2020, penghasilan mereka menyusut lantaran kebijakan pemerintah setempat yang melarang gelaran pentas seni.

"Hari ini sebagai bentuk kerinduan mereka mulai menggelar kesenian secara serentak di Kabupaten Blora," ucapnya.

Aksi pementasan seni pegiat seni di Kabupaten BloraAksi pementasan seni pegiat seni di Kabupaten Blora Foto: Febrian Chandra/ detikcom



Eko Arifianto, peserta aksi yang lain mengatakan, sejak pandemi COVID-19, banyak seniman tradisional di Blora kehilangan pekerjaan.

Ia menyebutkan pencabutan maklumat Polri Nomor MAK/2/III/2020 tertanggal 19 Maret 2020 oleh Kapolri Jenderal Idham Azis, yang berisi tentang kepatuhan terhadap kebijakan pemerintah dalam penanganan penyebaran COVID-19, pada 25 Juni lalu, menjadi angin segar bagi para pekerja seni di Blora. Namun dirinya masih menunggu kepastian aturan dari Pemkab Blora sendiri.

"Tentunya atas dasar yang jelas yaitu Peraturan Bupati Blora," katanya.



Bupati Blora Djoko Nugroho alias Kokok mengungkapkan, pihaknya memastikan memberikan izin kepada para pegiat seni yang ingin memulai kembali aktivitas mereka. Namun, dirinya memberikan catatan penting terkait protokol kesehatan yang harus dipatuhi. Mengingat kasus COVID-19 di Indonesia belum ada tanda-tanda berakhir.

"Apakah pekerja seni siap juga menerima risikonya, dan mau mentaati protokol kesehatan, jika siap saya izinkan," katanya.

Mendengar pernyataan itu, para pengunjuk rasa secara serentak mengungkapkan kesiapan mereka apabila itu menjadi syarat utamanya.

Aksi pementasan seni pegiat seni di Kabupaten BloraAksi pementasan seni pegiat seni di Kabupaten Blora Foto: Febrian Chandra/ detikcom



"Jika sudah diizinkan kok masih tidak mentaati protokol kesehatan, bakal tak gragali (lempari)," katanya menegaskan.



Pantauan di lokasi unjuk rasa, pekerja seni tradisi yang ikut turun ke jalan antara lain para pekerja kesenian barongan, penari tayub, ketoprak, wayang orang, wayang kulit, penyanyi dan kentrung.

Tak hanya itu, kesenian kontemporer seperti penyanyi dangdut, pemusik keroncong, pemain organ tunggal, serta pelukis, seni cetak cukil, seni cetak saring, penari, perias, seni sastra, seni teater, pemain film hingga jasa persewaan sound sistem, tukang dekorasi, lampu, tratak, dan panggung juga ikut turun ke jalan.



Simak Video "Pekerja Seni di Surabaya Demo, Tuntut Izin Hajatan Diterbitkan"
[Gambas:Video 20detik]
(tia/tia)