Ekspresikan Keprihatinan Seniman di Tengah Genangan Banjir Rob

Mochamad Saifudin - detikHot
Minggu, 28 Jun 2020 08:01 WIB
Seniman Demak
Foto: Mochamad Saifudin
Demak -

Sejumlah seniman asal Demak mengekspresikan keresahan atas dampak rob yang berlangsung berpuluh tahun dengan menampilkan beberapa pertunjukan di tengah genangan banjir rob atau air pasang laut. Pertunjukan yang bertema "Panggung Rob di Tanah Tenggelam" tersebut merupakan upaya refleksi untuk senantiasa menjaga kelestarian lingkungan.

"Bumi iki dudu warisan mbahmu (Bumi ini bukan warisan nenek moyang kalian)," ucap satu seniman, Sarono, sembari menembangkan geguritan dalam pertunjukan di Dukuh Nyangkringan, Desa Sriwulan, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, Sabtu (27/6/2020).

"Kita mengajak kepada semua seniman Demak, khususnya seniman panggung, untuk tetap mengekspresikan diri meski di tengah pandemi COVID-19 ini. Panggung kita tidak harus di panggung mewah, melainkan bisa di manapun, seperti halnya di tengah banjir rob ini," imbuh Sarono.

Dalam aksi panggung tersebut, Sarono membuka pwrtunjukan dengan menembangkan geguritan sembari menaiki perahu kecil yang diiringi musik angklung. Setelah itu Sarono pun naik ke daratan dengan memainkan rebab untuk mengiringi seniman tari dan lukis lainnya.

Sementara seniman tari, Mentari Isnaini menarikan tari kontemporer dengan melenggok menenggelamkan diri dalam genangan air rob, menginterpretasikan musik dan lukisan. Musik rebab itu pun turut mengiringi lukisan ekspresional bercat biru dan hitam, sementara lukisan lainnya bertuliskan tulisan arab "Yaa Robb (Wahai Tuhan)".

Pakde Sarono, sapaannya, mengatakan, dirinya mengajak para seniman Demak untuk tetap berkarya meskipun di tengah pandemi virus Corona (COVID-19). Dirinya menambahkan, dalam pertunjukkan tersebut bukanlah untuk mengharapkan bantuan dari siapapun, melainkan senantiasa untuk ingat menjaga kelestarian lingkungan.

Seniman DemakSeniman Demak Foto: Mochamad Saifudin

Sementara, inisiator kegiatan tersebut, Kusfitria Marstyasih mengatakan, pertunjukan terebut selain merupakan bentuk ekspresi kemarahan dan keprihatinan bagi para seniman, juga merupakan sebuah doa, agar kondisi banjir rob yang juga menenggelamkan belasan ribu rumah di Demak tersebut kian membaik.

"Kemarahan itu tidak kami tujukan ke alam, melainkan ke diri kita sendiri, barangkali banjir rob ini merupakan sebuah peringatan dari Tuhan karena telah lalai selama ini," imbuh Founder Komunitas Rumah Kita (Koruki) tersebut.

caption; Komunitas Rumah Kita (Koruki) menampilkan sebuah pertunjukan seni di tengah genangan banjir rob di Dukuh Nyangkringan, Desa Sriwulan, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, Sabtu (27/6/2020)



Simak Video "Akses Jalan Raya Pluit Masih Tergenang Banjir Rob"
[Gambas:Video 20detik]
(dar/dar)