Seniman-seniman di Dunia Unggah Dukungan untuk Keadilan George Floyd

Tia Agnes - detikHot
Senin, 15 Jun 2020 16:00 WIB
Mural penghormatan untuk George Floyd (AFP/JOHANNES EISELE)
Foto: Mural penghormatan untuk George Floyd (AFP/JOHANNES EISELE)
Jakarta -

Kematian George Floyd memicu tuntutan keadilan sampai menimbulkan gaungan Black Lives Matter. Seniman-seniman di seluruh dunia pun menyatakan dukungannya bagi masyarakat kulit hitam dan kaun minoritas.

Di Tembok Berlin, ada potret besar wajah George Floyd dengan tulisan huruf kuning 'I Can't Breathe'. Sama halnya dengan seniman Suriah, Aziz Asmar, yang menyatakan solidaritasnya melalui mural ciptaannya.

"Setelah menyaksikan peningkatan kasus rasialisme terhadap orang kulit hitam di AS, tugas kami untuk menyampaikan tujuan kemanusiaan di seluruh dunia," ujarnya dilansir dari berbagai sumber.



Asmar menggambar sosok George Floyd dari sisa bangunan yang runtuh. Di Afghanistan, rumah bekas dan bangunan yang diledakkan menjadi kanvas bagi Mehr Aqa Sultani atau kelompok ativis seni ArtLords.

"George Floyd adalah sosok global dan dia terbunuh karena kulitnya berwarna hitam," ungkapnya.

"Kami ingin mengatakan 'tidak' terhadap diskriminasi karena diskriminasi tidak bermanfaat bagi kami," lanjutnya.

Tak hanya mural saja, ada banyak karya seni para seniman yang mendukung keadilan bagi George Floyd dan korban-korban kebrutalan dari kepolisian AS.



Simak Video "Aksi Black Lives Matter Terus Bergaung di Amerika Serikat"
[Gambas:Video 20detik]
(tia/doc)