Seniman Buka Suara soal Patung Polisi yang Dirusak Pendemo George Floyd

Tia Agnes - detikHot
Kamis, 04 Jun 2020 10:07 WIB
Mandatory Credit: Photo by Matt Rourke/AP/Shutterstock (10668116a)
Police stand near a vandalized statue of controversial former Philadelphia Mayor Frank Rizzo in Philadelphia, during protests over the death of George Floyd, who died May 25 after he was restrained by Minneapolis police. Workers early Wednesday, June 3 removed the statue which was recently defaced during the weekend protest
Mayor Statue-Removed, Philadelphia, United States - 30 May 2020
Foto: Matt Rourke/AP/Shutterstock/Matt Rourke/AP/Shutterstock
Jakarta -

Patung mantan walikota, politisi, sekaligus komisaris polisi Philadelphia, Frank Rizzo, dirusak oleh pendemo kematian George Floyd. Patung yang berdiri lebih dari dua dekade itu dinilai menjadi simbol kebrutalan polisi.

Seniman Zeno Frudakis pun buka suara mengenai perusakan karyanya. Ia membuat patung tersebut pada 1999 atau tak lama setelah lulus kuliah sekolah seni.

Frudakis ditugaskan untuk membuat patung perunggu seberat 3.000 pound. Ia sama sekali tak khawatir karyanya dirusak.



"Saya juga manusia dan patung ini tidak layak membuat orang terluka. Patung ini harganya murah, saya ingin menjaga agak pengunjuk rasa aman," kata Frudakis dilansir dari Artnews, Kamis (4/6/2020).

Sosok Frank Rizzo terbilang kontroversial. Dia menjabat sebagai komisaris polisi Philadelphia dari tahun 1968 hingga 1971 dan sebagai walikota pada 1972 sampai 1980.

Saat menjabat, ia pernah mendesak warganya agar memilih orang kulit putih sebagai pemimpin. Populasi kota Philadelphia kini dihuni sekitar 44 persen orang kulit hitam.

"Sampai sekarang saya tidak tahu ke mana akhir dari patung Frank Rizzo, mungkin saja masuk ke dalam kotak. Tapi saya rasa itu yang terbaik untuk sekarang ini, demi keamanan semuanya," tandasnya.



Simak Video "Aksi Black Lives Matter Terus Bergaung di Amerika Serikat"
[Gambas:Video 20detik]
(tia/imk)