Patung Komisaris Polisi di Philadelphia Dirusak Pendemo George Floyd

Tia Agnes - detikHot
Kamis, 04 Jun 2020 09:33 WIB
Mandatory Credit: Photo by Matt Rourke/AP/Shutterstock (10668116a)
Police stand near a vandalized statue of controversial former Philadelphia Mayor Frank Rizzo in Philadelphia, during protests over the death of George Floyd, who died May 25 after he was restrained by Minneapolis police. Workers early Wednesday, June 3 removed the statue which was recently defaced during the weekend protest
Mayor Statue-Removed, Philadelphia, United States - 30 May 2020
Foto: Matt Rourke/AP/Shutterstock/Matt Rourke/AP/Shutterstock
Jakarta -

Para pendemo yang menuntut keadilan atas kematian George Floyd merusak patung di Philadelphia, AS. Patung mantan walikota dan komisaris polisi Frank Rizzo menjadi simbol kebrutalan polisi bagi para pendemo.

Selama seminggu melakukan unjuk rasa, para pendemo memukul patung yang terbuat dari perunggu. Mereka mengikat tali di lehernya, mencoba membakar, dan menuliskan kata 'babi' di bagian dada.

Tak lama kemudian, patungnya dipindahkan ke lokasi yang lebih luas dan kembali dirusak.



"Ada serangan multietnis di patung tersebut karena orang-orang memahami sejarah dan konteksnya," ujar Valerie Gay, seorang eksekutif di Yayasan Barnes yang juga tokoh Afrika-Amerika berpengaruh di Philadelphia, dilansir dari AP, Kamis (4/6/2020).

Seniman Zeno Frudakis pun mendukung pemindahan patung. Sosok Frank Rizzo pernah mendesak orang-orang untuk 'memilih orang berkulit putih' sebagai pemimpin.

Dari 1.500 patung monumen publik di AS, hanya satu yang menghormati orang kulit hitam. Yakni patung Octavius Catto, seorang intelektual Afrika-Amerika yang juga aktivis hak-hak sipil dan selesai dibangun pada 2017.



Simak Video "Aksi Black Lives Matter Terus Bergaung di Amerika Serikat"
[Gambas:Video 20detik]
(tia/imk)