Hot Review

Pentas 'IbuIbu Belu' Lampaui Batas Panggung Seni Tari

Tia Agnes - detikHot
Jumat, 07 Feb 2020 18:11 WIB
Pentas IbuIbu Beli Karya Eko Supriyanto
Foto: Komunitas Salihara/Witjak Widhi Cahya
Jakarta -

Bukan Eko Supriyanto namanya kalau tidak menghadirkan pertunjukan berkualitas dan penuh makna. Koreografer asal Solo itu menghadirkan pementasan terbaru 'IbuIbu Belu: Bodies of Borders' di Komunitas Salihara selama dua hari, 6 dan 7 Februari 2020.

Enam orang penari ibu-ibu yang berasal dari Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur itu masuk ke dalam teater black box, Komunitas Salihara. Mereka berpakaian serba hitam dan berselimutkan kain tenun khas NTT.

Mereka bergerak beriringan mengitari panggung, dan membentuk aneka formasi. Gerakan tubuh mereka tiba-tiba menjadi cepat, ada yang menghentakkan dada, kaki, bahkan lewat tabuhan gendang kecil.

Tatapan tajam para penari seakan penuh makna. Ada gambaran duka dan air mata karena terpisah dari keluarganya.

Pentas 'IbuIbu Belu' Lampaui Batas Panggung Seni TariPentas 'IbuIbu Belu' Lampaui Batas Panggung Seni Tari Foto: Komunitas Salihara/Witjak Widhi Cahya



Lewat artistik teater black box yang minimalis, pentas 'IbuIbu Belu' membuktikan pertunjukannya tak sekadar seni tari. Tubuh para penari juga mengungkapkan paradoks tubuh yang menantang batas-batas politik dan pada saat yang bersamaan tubuh dibatasi.

Pertunjukan yang berasal dari tradisi tarian 'Likurai' memperlihatkan hubungan sosial masyarakat di seluruh Pulau Timor. 'Likurai' biasanya merupakan simbol penghormatan kepada tamu yang datang ke Kabupaten Belu dan menyambut para pejuang dari medan perang.

Setelah trilogi 'Cry Jailolo' (2015), 'Balabala' (2016), dan 'Salt' (2017), pria yang akrab disapa Eko Pece sekali lagi membuktikan kualitasnya. Setelah riset selama dua tahun, ia menjelajahi ritme, gerak, musik, dan tradisi tekstil.

Pentas 'IbuIbu Belu' Lampaui Batas Panggung Seni TariPentas 'IbuIbu Belu' Lampaui Batas Panggung Seni Tari Foto: Komunitas Salihara/Witjak Widhi Cahya



Pementasan ini merupakan kerjasama Pemerintah Kabupaten Belu dgn Ekos Dance Company, dan didukung oleh Asia TOPA (Melbourne, Australia), SPRING Festival (Utrecht, Belanda), Teater Im Pumpenhaus (Munster, Jerman), TPAM-Performing Arts Meeting in Yokohama (Yokohama, Jepang), Komunitas Salihara (Jakarta, Indonesia), Ratnasari Langit Pitu (Jakarta).

Tari 'Likurai' sebelumnya pernah ditampilkan para penari di ajang Asean Games dan HUT RI Ke-74 di Istana Negara. Setelah Jakarta, 'IbuIbu Belu' bakal digelar di Asia, Australia, dan Eropa sepanjang tahun 2020.

Pentas terakhir 'IbuIbu Belu' digelar malam ini pukul 20.00 WIB di Komunitas Salihara, Jakarta Selatan.



Simak Video "''Kisah-kisah Tanah Manusia'', Anekdot Lahan dan Insan dalam Pigura"
[Gambas:Video 20detik]
(tia/dar)