detikHot

art

Museum Seni Rupa dan Keramik Kini Punya 'Wajah' Baru

Rabu, 16 Okt 2019 15:58 WIB Tia Agnes - detikHot
Foto: Tia Agnes Foto: Tia Agnes
Jakarta - Memeriahkan Hari Museum Nasional, Yayasan Mitra Museum Jakarta menyajikan pameran seni 'Lini Narasi Baru: Seni Rupa Indonesia, Kota, dan Perubahannya'. Pameran yang memuat koleksi milik Museum Seni Rupa dan Keramik akan dibuka malam ini hingga 31 Januari 2020.

Pengunjung pameran akan menikmati koleksi museum dengan suasana yang berbeda. Ruang pamer pun diperbaharui dengan lebih rapi dan menarik seperti museum dan galeri seni kontemporer.

Ketua Pembina Yayasan Mitra Museum Jakarta, Veronica Tan, mengatakan sejak dua tahun lalu pihak yayasan sudah menginventaris koleksi-koleksi yang ada di museum.

"Kali ini kami memamerkan 'Lini Narasi Baru', setiap museum saya rasa perlu ada 'Lini Narasi' untuk koleksi yang dikurasi para kurator. Untuk memilih lukisan apa yang terbaik untuk dipamerkan. Kita perlu mengetahui sejarah negara kita sendiri melalui koleksi lukisan-lukisan," kata Veronica Tan saat jumpa pers di Museum Seni Rupa dan Keramik, kawasan Kota Tua, Jakarta Barat, Rabu (16/10/2019).




Sebanyak 80 lukisan koleksi Museum Seni Rupa dan Keramik dipamerkan dengan cara berbeda. Pengunjung bisa menikmati koleksi dilihat dari beberapa tema yakni mitologi dan adat istiadat, potret diri, pemandangan alam, kehidupan sehari-hari, lukisan klasik Bali, lukisan kaca, dan lukisan batik.

Dalam museum diubah sesuai aturan atau strandar museum seni internasional. Kelembaban suhu setiap ruang diatur agar tidak kering dan merusak lukisan-lukisan. Arsitek Cosmas Gozali mengubah sisi interior museum tanpa merusak bangunan cagar budaya tersebut. Sistem pencahayaan pun diubah dari yang halogen menjadi LED.

"Dulu lighting dari cyling tiang-tiang, sekarang pakai sistem lighting khususnya. Warnanya kuning tapi ketika dipotret tidak akan berubah warna jadi putih. Suhu ruangan juga harus 22-24 derajat Celcius, sehingga nggak buat lukisan rusak," ungkapnya.

Museum Seni Rupa dan Keramik Kini Punya 'Wajah' BaruFoto: Tia Agnes
Veronica pun menambahkan, "Kita pamerkan permanen ya. Pengunjung bisa melihat sejarah seperti apa, lukisan seperti apa. Pentingnya museum buat narasi sebagai jantungnya yah," pungkasnya.

Museum Seni Rupa dan Keramik saat ini punya sekitar 500 karya seni rupa. Terdiri dari berbagai bahan dan teknik yang berbeda seperti patung, totem kayu, grafis, sketsa, dan batik lukis. Diantaranya ada beberapa koleksi unggulan dan bersejarah bagi seni rupa di Indonesia, antara lain lukisan yang berjudul 'Pengantin Revolusi' karya Hendra Gunawan, 'Bupati Cianjur' karya Raden Saleh, 'Ibu Menyusui' karya Dullah, 'Seiko' karya S.Sudjojono, dan 'Potret Diri' karya Affandi.


Simak Video "Jelajahi 'Jejak Karya Pramoedya Ananta Toer' Lewat Pameran Seni"
[Gambas:Video 20detik]
(tia/dar)

Photo Gallery
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikhot.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com