detikHot

art

Mosaik Damai ala Teater Mandiri

Jumat, 27 Sep 2019 17:35 WIB Tia Agnes - detikHot
Halaman 1 dari 2
Foto: Tia Agnes/ detikHOT
Jakarta - Teater Mandiri makin menunjukkan taringnya di usia ke-48 tahun. Kelompok teater yang didirikan budayawan dan sastrawan Putu Wijaya itu baru saja menggelar pementasan 'Peace' di tengah kisruh yang berkecamuk di Indonesia.

Pentas berdurasi dua jam lamanya di Graha Bhakti Budaya, kompleks TIM, itu dimulai dengan narator menjelaskan latar belakang digelarnya pentas 'Peace' malam itu. "Kami merayakan 120 tahun Balai Pustaka, 48 tahun Taman Ismail Marzuki, 48 tahun Teater Mandiri," ujar seorang narator ketika berada di atas panggung.

Ketika membacakan cuplikan drama 'Peace', sentilan mengenai demo mahasiswa dilakukan. "Solusinya adalah hidup damai dalam perbedaan. Mari kita sambut lakon 'Peace'," ucap narator.



Layar putih pun terbuka, para karakter berbaris rapi di atas panggung. Putu Wijaya membacakan prolog, "Bukan kebenaran yang utama tapi harmoni. Kebenaran dalam waktu yang tidak tepat akan membuat hidup berdarah-darah."

Mosaik Damai ala Teater MandiriFoto: Tia Agnes/ detikHOT


Lakon dibagi menjadi tiga bagian. Ada realita, konflik, dan kehidupan damai. Jais Darga yang didaulat sebagai bintang tamu utama memainkan monolog panjang. Sebagai seorang perempuan, ia bertanya-tanya tentang perlakuan tak adil terhadap kaum perempuan.

Tiba di bagian kedua adalah permainan drama rumah tangga antara Bapak Ahmad dan istrinya (Uliel El Na'ama). Cerita sederhana khas keluarga Indonesia dimainkan keduanya dengan apik, renyah, dan tuntas mengundang decak tawa.
(tia/dar)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikhot.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com