detikHot

art

Gus Mus Ultah ke-75, Butet Kartaredjasa hingga Menteri Susi Baca Puisi

Kamis, 15 Agu 2019 10:22 WIB Angling Adhitya Purbaya - detikHot
Foto: Angling/ detikHOT Foto: Angling/ detikHOT
Semarang - Alunan shalawat bergema di Klenteng Sam Poo Kong Semarang tadi malam. Doa juga dilantunkan dalam acara peringatan ke-75 tahun KH Ahmad Mustofa Bisri atau karib disapa Gus Mus yang digelar di klenteng terbesar di Semarang itu.

Acara tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat antara lain Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Mahfud MD, Sinta Nuriyah Wahid, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, Kapolda Jateng, Pangdam IV Diponegoro, dan Kepala OJK Regional 3, dan sebagainya.

Para seniman pun turut hadir di sana antara lain Butet Kartaredjasa, pelukis Kartika Afandi, Joko Susilo, Joko Pekik, dan penyair Sutardji Calzoum Bachri, termasuk 30 pelukis dari Yogyakarta. Tokoh lintas agama dari Jawa Tengah juga terlihat dalam kursi undangan.



Acara dimulai pukul 19.45 WIB diawali dengan doa untuk almarhum KH Maimun Zuber yang dipimpin Kiai Muaf Tohir. Berikutnya Mahfud MD memberikan sambutan.

Mahfud dalam sambutannya menyebutkan Gus Mus merupakan sosok panutan orang Indonesia yang bersyariah.

"Gus Mus ini sangat lembut dan santun, tidak pernah marah. Yang di twit lembut, diserang orang ramai-ramai tenang saja. Orang merasa ini contoh menyejukkan yang tidak banyak di Indonesia, mudah-mudahan semakin banyak," kata Mahfud MD, Rabu (14/8/2019).

Gus Mus Ultah ke-75, Butet Kartaredjasa hingga Menteri Susi Baca PuisiFoto: Angling/ detikHOT


Usai Mahfud sambutan, Gus Mus naik panggung. Ia dengan rendah hati berterima kasih kepada penyelenggara serta tamu yang datang. Namun ia meminta jika acara tersebut baiknya untuk HUT RI ke-74.

"Abaikan ultah Gus Mus, itu kecil. Kita untuk Indonesia saja. Selamat kepada bangsa Indonesia," kata Gus Mus.



Ia juga bercerita soal kegiatannya bermedsos adalah untuk belajar. Gus Mus juga mengungkap jika dirinya hanya menuntaskan pendidikan Sekolah Rakyat. Ia pun mengundang gurunya ketika di SR, Rifai untuk naik ke atas panggung.

"Saya tidak pernah sekolah formal kecuali sekolah rakyat atau sekarang SD. Saya sekolah tsanawiyah kelas 1 drop out. Pendidikan saya kacau, saya gunakan strategi yanv mengenal saya dan saya mengenalnya, saya jadikan guru. Pendapat saya semua orang punya kelebihan walau ada kekurangan," ujar tokoh kelahiran 10 Agustus 1944 itu.

Kemudian Gus Mus mengundang Susi Pudjiastuti. Gus Mus sempat bercanda jika Susi tak lagi terpilih menjadi menteri maka ia akan menyiapkan pekerjaan.

"Yang dekat pak Jokowi, sampaikan Gus Mus mendukung Susi. Saya tidak kagumi beliau sebagai menteri tapi sebagai perempuan Indonesia yang bangga dengan Indonesia. Kalaupun tidak jadi menteri nanti tak kei penggawean," kata Gus Mus diikuti tawa hadirin.

Susi di atas panggung membacakan puisi Gus Mus berjudul "Bila Kutitipkan". Sebelum membaca puisi, Susi juga sempat bercanda penonton harus suka dengan penampilannya.



"Tadi siang dapat kiriman lembar keras yang ditulis Gus Mus dimohon bacakan puisi. Senang hati untuk dirgahayu Gus Mus dan Indonesia semoga kita bisa terus bangun Indonesia menjadi negara yang luar biasa. Biasanya saya teriak tenggelamkan, kalau ada yang tidak suka dengan saya, tenggelamkan," canda Susi.

Berikutnya Gus Mus memotong tumpeng dan diberikan kepada tokoh tokoh yang diundang ke atas panggung. Acara masih berlangsung dilanjutkan dengan penampilan pembacaan puisi serta melukis bersama yang dilakukan puluhan pelukis secara serentak. Butet Kertaradjasa juga tampil dengan puisi Gus Mus "Kalau Kau Sibuk Kapan Kau Sempat".


Simak Video "Gus Mus: Jangan Berlebih-lebihan, Termasuk dalam Beragama & Politik"
[Gambas:Video 20detik]
(alg/tia)

Photo Gallery
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikhot.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com