Hadir di Tahun Politik, Konser Musikal Puisi-puisi Cinta Ingin Jadi Penyejuk

Tia Agnes - detikHot
Jumat, 08 Mar 2019 19:32 WIB
Foto: Tia Agnes
Jakarta - Tahun 2019 identik dengan momennya politikus berebut panggung dan kerap disebut sebagai tahunnya politik. Pementasan konser musikal puisi-puisi cinta pun ingin menjadi penyejuk di tengah suasana perebutan kekuasaan.

"Ide pertunjukan ini dari setahun yang lalu walaupun sekarang kita ada di tahun politik tapi mungkin bisa jadi penyemangat," ujar produser sekaligus pendiri Titimangsa Foundation Happy Salma, Jumat (8/3/2019).

Pertunjukan yang mengutip penggalan-penggalan syair dari 26 penyair kenamaan Indonesia, lanjut Happy Salma, juga bermaksud membuat suasana adem bagi siapapun. "Ini pertunjukan yang penuh cinta," lanjut Happy.

Belakangan ini puisi kerap menjadi alat politik yang digunakan para politisi untuk berkomunikasi di media massa. Puisi pun menurut sutradara Agus Noor menjadi permainan politik.

"Ada banyak kasus. Si A lawan si B, B lawan C, atau seterusnya. Maka ketika Balai Pustaka mendukung pertunjukan ini saya kira pas, menjadi penyejuk di tengah suasana panas," tutur penulis 'Sepotong Bibir Paling Indah di Dunia'.




Dengan adanya pertunjukan konser musikal puisi-puisi cinta, dia pun berharap puisi bisa menjadi momen membersihkan sekaligus mengindahkan.

"Secara konsep, puisi yang disusun jadi alur cerita, jadi drama musikal rasanya masih baru. Semoga lancar, kita sudah berlatih sudah 1,5 bulan nonstop," pungkasnya.

Pertunjukan konser musikal puisi-puisi cinta bakal digelar pada 16-17 Maret 2018 di Teater Jakarta, kawasan Jakarta Pusat. (tia/dar)