detikHot

art

Terbaik di Jerman, Teater Tanah Air Pentaskan lagi Lakon 'Help' di Kudus

Minggu, 18 Nov 2018 10:50 WIB Akrom Hazami - detikHot
Terbaik di Jerman, Teater Tanah Air Pentaskan lagi Lakon 'Help' di Kudus Foto: Akrom Hazami/ detikHOT
Kudus - Puluhan anak dari Teater Tanah Air mementaskan satu di antara karya mereka berjudul 'Hel' di GOR Djarum Kaliputu, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Sabtu (17/11/2018) malam. Lakon yang sempat jadi terbaik di Jerman, dipentaskan lagi di Kudus.

Hasilnya, ratusan penonton yang didominasi pelajar amat terhibur. Pesan lakon ini berhasil tersampaikan dengan cara anak-anak, lewat dunia bermainnya.

Hal ini tampak saat mereka menjadi bintang tamu di Festival Teater Pelajar (FTP) 2018 Kudus. Aksi lincah aktor cilik dengan kemasan penuh warna berhasil mengundang decak kagum warga Kudus.

Pimpinan Teater Tanah Air, Jose Rizal Manua menjelaskan, lakon 'Hel' memang sarat dengan muatan makna. Utamanya adalah tentang kerja sama.



"Pementasan 'Help' menceritakan tentang kerja sama. Segala pekerjaan yang dilakukan bersama akan dapat hasil lebih baik. Di lakon juga digambarkan ada tokoh robot. Itu menyimbolkan si jahat. Mereka adalah tahanan yang menyamar pakai pakaian robot," bebernya kepada wartawan usai pentas di lokasi.

Dia menuturkan pula, di pementasan juga digambarkan ada bulan yang ingin dicuri robot. Namun oleh anak-anak yang bersatu, mereka berhasil mempertahankan bulan. Bahkan ada muatan penting kaya makna lain yaitu di dalam penggalan lirik lagu pentas, 'Sudah waktunya hentikan perang', menurut Jose, itu realita.

Terbaik di Jerman, Teater Tanah Air Pentaskan lagi Lakon 'Help' di KudusTerbaik di Jerman, Teater Tanah Air Pentaskan lagi Lakon 'Help' di Kudus Foto: Akrom Hazami/ detikHOT


"Penggalan lirik lagu 'hentikan perang', itu pesan. Perang harus dihentikan. Selalu anak-anak jadi korban. Pentas kita tak ada darah, pukulan, paling dorongan saja," imbuhnya.
Dalam satu adegan, juga digambarkan adanya ciri teater negara timur. Yakni tidak adanya sekat penonton dan aktor. Tidak heran saat dipentaskan di negeri barat, banyak dari mereka yang terheran-heran.

Dia juga membeberkan, metode jadi pelatih teater melatih anak-anak adalah dengan memberikan gambaran. Bukan memberikan contoh. Karena contoh itu jadi seragam.

"Kita buat latihan dengan cara memberikan latihan yang membuat tubuh mereka bergerak. Misalnya latihan yang dia terapkan yakni kamu jalan dan bayangkan ada seekor tawon bisa menyengat kepala atau kaki, sekarang tawonnya lima ekor, sekarang tawonnya seratus ekor, lima ribu ekor dan seterusnya. Latihan seperti itu membuat tubuh mereka bergerak," terangnya.



Beberapa Festival Teater yang pernah diikuti antaranya, "10Th World Festival of Children's Theatre di Moscow- Russia, yang berlangsung tanggal 17 - 25 Juli 2008. Lalu "9Th World Festival of Children's Theatre" di Lingen (Ems)- Germany, tahun 2006.

Ada juga Festival Teater Anak-anak se- Asia-Pacific ("The Asia Pacific Of Children Theatre", Tayamaken takaoka Bunka Hall - Tayama Japan, 5 August 2004) di Jepang.

"Desember ini, kita bawakan 'Help' ke Taman Ismail Marzuki Jakarta. Dengan konsep beda lagi," ujarnya membocorkan rencana ke depan kelompok teater anak-anak ini.


(tia/tia)

Photo Gallery
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikhot.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com