DetikHot

art

Cantiknya Cahaya Lampu Senthir di Bedog Arts Festival

Jumat, 19 Okt 2018 15:55 WIB  ·   Edzan Raharjo - detikHOT
Cantiknya Cahaya Lampu Senthir di Bedog Arts Festival Cantiknya Cahaya Lampu Senthir di Bedog Arts Festival Foto: Edzan Raharjo/ detikHOT
Yogyakarta - Pertunjukan seni di alam terbuka Bedog Arts Festival menyuguhkan suasana yang berbeda. Ribuan lampu senthir (lampu minyak) yang tertata apik menambah pertunjukan semakin memukau.

Ribuan warga yang menikmati pertunjukan di pinggir Sungai Bedog tak melewatkan pemandangan yang indah tersebut. Penonton terus mengabadikan lewat kamera handpone dan lainnya di setiap penampilan para seniman. Latar belakang lampu senthir, pepohonan, dan penataan cahaya membuat pengunjung terus menyorot dengan kameranya.

Atraksi seni yang digelar di atas kali (sungai) Bedog di Kradenan, Gamping, Sleman ini tidak sekadar seni pertunjukan. Tapi juga pesan sosial dan kepedulian lingkungan. Saat pertunjukan berlangsung dilakukan penggalangan dana yang disumbangkan pada salah satu korban gempa dan tsunami yang kini tengah menjalani perawatan di Yogyakarta.



Sementara kepedulian lingkungan dilakukan dengan menebar benih ikan di sungai Bedog.

Cantiknya Cahaya Lampu Senthir di Bedog Arts FestivalCantiknya Cahaya Lampu Senthir di Bedog Arts Festival Foto: Edzan Raharjo/ detikHOT


"Dulu banyak warga yang menyetrum dan mengapotas (meracuni dengan obat) ikan di sungai Bedog ini. Kemudian kami berpikir bagaimana ini bisa dihentikan, melalui festival ini saya matur ke GKR Mangkubumi (Putri Sri Sultan HB X) agar menasehati warga untuk berhenti meracun dan menyetrum ikan. Beliau juga ikut menebar ikan di sini dan meminta warga untuk mengambil ikan dengan memancing bukan meracun. Nasehat itu dipatuhi warga dan warga berhenti meracun ikan sampai sekarang," kata Direktur Bedog Arts Festival, M Miroto di sungai Bedog, Kradenan, Gamping, Sleman, Jumat (19/10/2018).

Namun akhir-akhir ini, muncul lagi orang-orang yang mengambil ikan dengan mengobat. Tapi hal itu dilakukan bukan dari warga sekitar melainkan dari luar. Warga sekitar pun sudah sepakat untuk menangkap jika ada yang mengambil ikan dengan meracun atau menyetrum.

Selain itu, masih ada tugas di masalah lingkungan yang harus diselesaikan, yakni perilaku membuang sampah ke sungai. Edukasi kepada warga agar tidak membuang sampah di sungai butuh tindakan nyata dari pemerintah.



"Buang sampah masih di kali dan ini susah dihentikan. Pemerintah memang harus serius dalam masalah sampah ini,"katanya.

Cantiknya Cahaya Lampu Senthir di Bedog Arts FestivalCantiknya Cahaya Lampu Senthir di Bedog Arts Festival Foto: Edzan Raharjo/ detikHOT


Pertunjukan seni di sungai Bedog ini telah banyak melibatkan seniman-seniman baik dari Indonesia maupun seniman dari luar negeri. Pelaku seni internasional yang pernah tampil di festival ini antara lain dari Indonesia, Australia, US, Inggris, Belanda, Taiwan, Singapura, Korea, Malaysia, Meksiko, Jepang, Ethiopia, Prancis, Yunani, China, Zimbabwe, dan lain-lain.

Bedog Arts Festival yang ke-9 ini digelar selama dua hari pada 18-19 Oktober 2018. BAF#9 ini melibatkan 15 peserta yakni seniman-seniman muda kreatif dari Yogyakarta, Kalimantan, Toraja, Sumatera Barat, Bandung, Jakarta, Solo, Banyumas, Surabaya dan Mexico.

Bedog Arts Festival yang digelar di lingkungan sungai menjadi ruang kreatif yang memiliki keunikan sendiri. Pepohonan, tebing cadas, kolam mata air, dan pancuran menjadi background dan area pertunjukan yang alami. Ruang spesifik juga dilengkapi ribuan lampu senthir dan dukungan teknologi tata cahaya dan tata suara memberikan pesona tersendiri.


(tia/tia)

Photo Gallery
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed