NeuroDigital Technologies and Geometry membuat sistem teknologi yang membuat tuna netra bisa merasakan bentuk dari setiap karya seni yang dipamerkan. Realitas virtual ini bisa terwujud dengan bantuan dari sarung tangan haptic.
Dilansir dari BBC, Jumat (6/7/2018), teknologi 3Dimensi ini memindai laser dari bentuk karya patung tersebut. Penyandang tuna netra yang ingin merasakan karya seni virtual, bisa memakai sarung tangan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nantinya, sarung tangan itu bakal bergetar serta mereplikasi rasa sentuhan ke otak sesuai dengan bentuk karya seni. Teknologi ini diuji coba dalam pameran 'Masterpiece' yang berlangsung di Praha.
"Mata, mulut, dan daerah dada bisa memiliki bayangan. Lalu kami membuat kode untuk bayangan-bayangan tersebut. Informasi itu membuat banyak sentuhan yang berbeda. Itulah yang terjadi ketika penyandang tuna netra menaruh tangannya di bagian mata, mulut, dan daerah lainnya," ujar CEO NeuroDigital Technologies Luis Castillo Lopez seperti dilansir detikHOT.
"Sensasi tersebut akan membuat sinyal-sinyal baru, tergantung dari bayangan yang ada di dalam patung," ujarnya lagi.
Salah seorang tuna netra yang mencoba sarung tangan itu mengaku merasakan pengalaman yang unik.
"Awalnya saya sangat bingung. Saya menaruh tangan saya di dalam sarung tangan, lalu saya bisa merasakan bentuk patungnya itu seperti apa. Itu sesuatu yang terasa tidak mungkin, menjadi mungkin," ujar Jakub Blazek.
Getaran-getaran itu akan lebih kuat ketika tuna netra tersebut mencoba menyentuh bagian tubuh lainnya. "Sarung tangan ini membantu saya mengetahui apa yang terjadi. Ini pengalaman yang saya tidak pernah rasakan sebelumnya," pungkasnya.
(tia/tia)











































