Menelisik Lagi Poster Nyeni Piala Dunia dari Tahun 1930

Tia Agnes - detikHot
Rabu, 04 Jul 2018 16:35 WIB
Menelisik Lagi Poster Nyeni Piala Dunia dari Tahun 1930 Foto: dok.mailonline
Jakarta - Di balik suksesnya penyelenggaraan Piala Dunia, ada poster-poster nyeni yang menghiasi. Di antara poster tersebut ada sejumlah karya seni brilian yang dibuat seniman dunia. Siapa saja pencipta poster-poster tersebut?

Piala Dunia pertama terselenggara tahun 1930 di Uruguay dengan bergaya art deco serta diciptakan oleh seniman Guillermo Laborde. Ia menampilkan penjaga gawang yang tengah beraksi.

Empat tahun berikutnya, tak ada kesan warna cerah yang menghiasi poster Piala Dunia ke-2. Di tahun 1958, posternya dibuat sengaja mirip dengan poster film-film Hollywood yang sedang ngetren dengan siluet dan ada latar belakang cerah.



Poster-poster bernuansa dramatik bisa dilihat di Piala Dunia Meksiko pada 1970. Yang menarik adalah poster tahun 1974 yang bergaya seperti lukisan impressionis.

Di masanya, gaya impresionisme adalah aliran seni lukis yang berusaha menampilkan kesan pencahayan yang kuat. Penekanan lukisannya terletak pada warna bukan bentuk atau struktur gambar.

Menelisik Lagi Poster <i>Artsy</i> Piala Dunia dari Tahun 1930Menelisik Lagi Poster Artsy Piala Dunia dari Tahun 1930 Foto: dok.mailonline


Nah, nuansa 'dots' sangat terasa di poster Piala Dunia Argentina tahun 1978. Empat tahun berikutnya, poster bergaya Picasso tampak dalam gambar yang dilukis oleh Joan Miro.

Ia terkenal sebagai pelukis surealis kenamaan dari Spanyol. Poster tahun 1982 itu menuai pujian publik khususnya pecinta seni yang menggemari karya-karya Picasso. Ia mengaku terinspirasi dengan Picasso lantaran warna khas dan bentuk aneh yang kerap ada dalam goresan lukisan Picasso.



Poster di tahun 1998 dibahas publik saat itu lantaran lukisannya seperti gambar anak-anak yang terkesan 'asal-asalan'. Bagaimana dengan poster saat ini?

Seniman Igor Gurovich yang menggarapnya terinspirasi dari gerakan karya seni konstruktivis yang berasal dari Rusia pada 1920-an. Di era tersebut, karya seni yang hadir kerap menggambarkan propaganda sosial.

"Gaya poster Soviet pasca-konstruktivist mempunyai bahasa visual yang unik, puisi figuratif yang segar, dan menjadi elemen terpenting di budaya Rusia. Bahasa ini tidak diragukan lagi. Saya benar-benar ingin menjadikan bahasa visual poster ini modern dan relevan untuk sekarang ini," pungkasnya.

(tia/tia)