DetikHot

art

Eri Rama Putra Tampilkan Kecepatan Urban Yogyakarta di 'Runninggggg Slow'

Kamis, 17 Mei 2018 14:20 WIB  ·   Tia Agnes - detikHOT
Eri Rama Putra Tampilkan Kecepatan Urban Yogyakarta di Runninggggg Slow Eri Rama Putra Tampilkan Kecepatan Urban Yogyakarta di 'Runninggggg Slow' Foto: Tia Agnes/ detikHOT
Jakarta - Jika kebetulan berada di kawasan Baciro Yogyakarta, mampirlah ke artspace bernama Lir Space. Ruang seni dan kolektif yang digawangi oleh Dito Yuwono kali ini mempersembahkan pameran tunggal dari seniman muda, Eri Rama Putra.

Pameran tunggal kedua dari pria bernama Rama itu mengusung tema 'Runninggggg Slow' dan masuk dalam rangkaian Jogja Art Weeks. Satu ruang dalam Lir Space terdapat karya seni instalasi Rama. Di dalamnya ada beberapa televisi yang memajang video kecepatan urban dari kota Yogyakarta.

Ada video yang menampilkan riuhnya deru sepeda motor dan mobil di jalanan. Ada juga hilir mudiknya orang-orang yang lalu lalang di jalan. Televisi satunya memajang padatnya rumah di pinggiran kota Gudeg tersebut.


Eri Rama Putra Tampilkan Kecepatan Urban Yogyakarta di 'Runninggggg Slow'Eri Rama Putra Tampilkan Kecepatan Urban Yogyakarta di 'Runninggggg Slow' Foto: Tia Agnes/ detikHOT


Percepatan dan pertumbuhan kota yang ditinggali Rama sejak berkuliah itu, menurutnya, semakin kacau. Kondisi tersebut yang coba dihadirkan Rama dalam karyanya kali ini. Selama beberapa tahun belakangan, ia merasakan Yogyakarta mengalami perkembangan yang pesat.

"Ada mobilitas kendaraan yang kacau banget, mobilitas manusianya. Ada lambat dan cepat. Di sini aku berusaha untuk membiarkan audience merasakan apa yang aku rasakan ini. Di tengah percepatan, ada distorsi," ujarnya ketika ditemui detikHOT di Lir Space, belum lama ini.

Di tengah cepatnya mobilitas, justru ada satu pemandangan yang tak biasa yang dijepretnya dalam video hitam-putih. Di kawasan Pajeksan dekat Jalan Malioboro, Rama menghadirkan kondisi yang berjalan lambat. Video saat malam, sepi, dan lambat itu kontras 180 derajat dari tiga video lainnya.

"Aku kerja dan berkesenian di Yogyakarta. Saat semester 4 aku mutusin buat menetap di Yogyakarta. Artinya aku menemukan ruang di sini untuk berkarya, berkesenian, dan tinggal di Yogya. Mungkin bagi sebagian orang ritme cepat di Jakarta sudah lumrah," tutur Rama.



Dalam keterangan pameran yang ditulis oleh kurator pameran Gatari Surya Kusuma, disebutkan Rama membagi konteks sosial dan ruang menjadi dua dunia. Yakni kota sebagai ruang yang fisiknya ada dan internet sebagai ruang non-fisik yang juga ia hadiri.

"Kesadaran ini muncul saat aku tinggal di Yogya. Aku yang besarnya di Jakarta sangat bisa beradaptasi di Jakarta. Tapi ritme ini yang sekarang aku rasakan," kata anggota Ruang MES 56.

Pameran tunggal Eri Rama Putra masih bisa dilihat di Lir Space hingga 19 Mei 2018.

Scroll down for English ------------------ "Runninggggg Slow" Pameran Tunggal oleh Eri Rama Putra • Dikurasi oleh Gatari Surya Kusuma • Pembukaan: Rabu, 2 Mei 2018 Pukul 16.00 WIB • Pameran: 3 Mei - 19 Mei 2018 Pukul 12.00 - 17.00 WIB • Lokasi: Lir Space Jl. Anggrek I/33, Baciro Yogyakarta - Indonesia • Manusia akan selalu bergerak dan tumbuh. Segala pergerakan itu memiliki ikatannya yang kuat terhadap waktu. Belum lagi, legitimasi benar dan salah menjadi satu pembungkus lainnya dalam rangkaian manusia, gerak, dan waktu. Merasa salah jika menjadi lambat, merasa benar jika menjadi cepat. Perbincangan ini menggiring Rama untuk membedah satu per satu tentang percepatan di dua dunia yang ia tinggali saat ini, antara lain internet dan ruang dimana ia berada secara fisik, yaitu kota. Apakah benar pernyataan benar dan salah itu menjadi penentu kita dalam memilih ritme hidup? Jika iya, siapakah para pemberi legitimasi atas benar dan salah tersebut? • Desain Poster: @ayash.laras ------------------- "Runninggggg Slow" Solo Exhibition of Eri Rama Putra • Curated by Gatari Surya Kusuma • Opening: Wednesday, 2 May 2018 4.00 pm • Exhibition: 3 May - 19 May 2018 12.00 - 5.00 pm • Venue: Lir Space Jl. Anggrek I/33, Baciro Yogyakarta - Indonesia • Human will always move and grow. The movement has its strong tie towards time. Besides, the legitimation of right or wrong will be another cover for a sequence of human, movement and time. It feels wrong to be slow, it feels right to speed. The conversation leads Rama to dissect acceleration one by one in two worlds where we inhabit, such as Internet and also space where physically live, city. Is it true that right or wrong statement determine us to select live rhythm? If yes, who are those giving us the truth or wrong legitimation? • Poster Design: @ayash.laras

A post shared by LIR • (@lirspace) on Apr 29, 2018 at 7:38pm PDT




(tia/srs)

Photo Gallery
1 1 2 3 4 5
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed