Salah satu dari seniman tersebut adalah warga Suriah, Lina Aljijakli. Perempuan berusia 35 tahun itu lahir di kota Hama yang sekarang tengah dilanda perang. Dia juga tercatat sebagai salah satu dari imigran yang mencari suaka di Prancis.
Bersama dengan 14 seniman lainnya, dia akan memamerkan karya di Istana Palais Royal. Dilansir dari Reuters, dia mengatakan di negara asalnya kebebasan berekspresi tidak bisa dikompromikan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Anda tidak akan pernah tahu apa yang bisa terjadi di sana. Anda bisa ditangkap dan terbunuh," ujarnya.
Salah satu karyanya sebagian besar menampilkan wajah perempuan dan anak-anak dengan latar belakang warna biru di lukisan. Lukisannya kerap mewakili penderitaan perempuan Suriah yang dipenjara dan terpisah dari anak-anak mereka. Ada perempuan yang dilukai oleh pemboman dari udara, dan lain-lain.
Salah seorang seniman sekaligus pengelola studio tempat Aljijakli berkesenian mengatakan sudah saatnya tradisi seni rupa di Prancis diperbaharui.
"Seni dan budaya Prancis banyak belajar dari peleburan ini, dari kontribusi budaya lain," tutupnya.
(tia/tia)










































