DetikHot

art

Duo Seniman Irak Gelar Performans di Pembukaan Jakarta Biennale 2017

Minggu, 05 Nov 2017 11:20 WIB  ·   Tia Agnes - detikHOT
Duo Seniman Irak Gelar Performans di Pembukaan Jakarta Biennale 2017 Foto: Tia Agnes/detikHOT
Jakarta - Konflik berkepanjangan yang terjadi di Irak membuat warganya meminta suaka pada negara lain. Peristiwa yang terjadi di Irak tersebut membuat Ali Al-Fatlawi dan Wathiq Al-Ameri menetap serta bekerja di Swiss.

Di pembukaan Jakarta Biennale 2017, keduanya hadir menggelar seni performans di hadapan pengunjung yang datang di Gudang Sarinah Ekosistem (GSE). Tepat pukul 19.00 WIB, di salah satu ruang GSE, mereka yang mengenakan pakaian berkemeja putih hadir.

Satu pria membawa sebuket mawar merah. Satunya lagi mengenakan helm militer serta membawa pasir dan pentungan berbentuk seperti tulang raksasa. Pria berewokan yang membawa bunga melakukan aksi tak biasa.
Duo Seniman Irak Gelar Perfomans di Pembukaan Jakarta Biennale 2017Foto: Tia Agnes/detikHOT

Sesekali dia memberikan setangkai mawar merah kepada pengunjung lalu memakannya dengan lahap. Kemudian, dia menyusun bunga seperti benteng di depannya, dan kembali memakannya.

Di sisi lainnya, pria yang mengenakan helm mementung kepalanya dengan tulang tersebut. Aktivitas tersebut mereka lakukan berkali-kali sampai performans selesai.

Mawar disimbolkan sebagai perdamaian. Helm militer dan pentungan adalah kekerasan yang kerap terjadi di kampung halaman keduanya. Dalam situs Jakarta Biennale 2017, diterangkan mereka sering memanfaatkan simbol perang dan damai. Seperti helm militer, mawar merah, patung serdadu plastik yang dibakar selama performans, baju pelampung pengungsi, dan berbagai simbol budaya, seperti karpet Irak yang menandai asal mereka.

Direktur Artistik Jakarta Biennale 2017, Melati Suryodarmo, mengatakan mayoritas seniman yang berpameran diakui memang dari mancanegara. "Kami ingin menghadirkan sesuatu hal yang berbeda. Mereka yang hadir juga memperlihat persoalan urban yang ada di negara atau kota asalnya," kata Melati kepada detikHOT.

Selain malam pembukaan, Ali Al-Fatlawi dan Wathiq Al-Ameri juga akan menggelar performans dua hari berikutnya. Yakni, pada 5 November di GSE Hall B pukul 11.00-17.00, dan 6 November pukul 11.00-17.00 WIB. Yuk, kunjungi Jakarta Biennale 2017!
(tia/nu2)

Photo Gallery
FOKUS BERITA:Jakarta Biennale 2017
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed