DetikHot

art

Mengenang Maestro Seni Lukis I Nyoman Gunarsa

Senin, 11 Sep 2017 10:40 WIB  ·   Tia Agnes - detikHOT
Mengenang Maestro Seni Lukis I Nyoman Gunarsa Mengenang Maestro Seni Lukis I Nyoman Gunarsa Foto: Laily Rachev/Biro Pers Setpres
Jakarta - Nama I Nyoman Gunarsa menjadi salah satu pelukis Bali yang memajukan kampung halamannya di Klungkung serta mempopulerkan kesenian Bali. Maestro seni lukis I Nyoman Gunarsa yang kerap dijuluki 'The Golden Touch' itu berpulang pada Minggu (10/9) siang karena sakit pneumonia.

Menurut laman Galeri Nasional Indonesia, I Nyoman Gunarsa belajar di STRSI - ASRI lalu mengajar di almamaternya. Di tahun 1970, dia mendirikan Sanggar Dewata Indonesia, tahun 1989 mendirikan Museum Seni Lukis Kontemporer Nyoman Gunarsa di Yogyakarta. Lima tahun Kemudian, menyusul Museum Seni Lukis Klasik Nyoman Gunarsa di Klungkung Bali.

Sejak awal berkesenian, karya I Nyoman Gunarsa beraliran ekspresionis namun berkembang dari tema keseharian tradisi Bali. Lalu berubah lagi menjadi abstraksi sesaji (offering), deformasi aringgit (wayang) dan gerak para penari, yang terakhir sekarang mensintesiskan semua bentuk sesaji, aringgit, dan penari tersebut.



I Nyoman Gunarsa aktif mengadakan pameran tunggal di Jakarta, Kuala Lumpur, Washington, beberapa kota di Australia, dan Den Haag. Untuk pameran bersama juga aktif dalam forum nasional maupun internasional. Beberapa penghargaan yang diperoleh di antaranya adalah Pratisara Affandi Adhi Karya (1976), Karya Terbaik Biennale III dan IV Jakarta (1978 dan 1980), Lempard Prize (1980), dan Medali Perak Biennale I Seni Lukis Yogyakarta (1988).

Mengenang Maestro Seni Lukis I Nyoman GunarsaMengenang Maestro Seni Lukis I Nyoman Gunarsa Foto: Laily Rachev/Biro Pers Setpres


Tahun ini terbilang menjadi momen bersejarah bagi karier pria kelahiran Klungkung, Bali, pada 15 April 1944 silam. April lalu, I Nyoman Gunarsa menyambangi Istana atas undangan Presiden dan ia memperlihatkan lukisan 'Jokowi Minum Jamu' yang mengagetkan orang nomor satu di Tanah Air tersebut.



Kunjungan berbalas pun dibuktikan Jokowi yang mendatangi Museum Nyoman Gunarsa di Klungkung pada 4 Agustus. Jokowi mengaku mengagumi lukisan-lukisan dari I Nyoman Gunarsa dan berjanji akan memerintahkan jajarannya agar menjaga museum.


Selepas kunjungan Jokowi, menandai 60 tahun perjalanan I Nyoman Gunarsa digelar pameran tunggal. Pameran berjudul '60 Tahun Nyoman Gunarsa Berkarya-Ode bagi Negeri' itu berlangsung di Bentara Budaya Jakarta pada 14-21 Agustus.

Mengenang Maestro Seni Lukis I Nyoman GunarsaMengenang Maestro Seni Lukis I Nyoman Gunarsa Foto: Lukisan Terakhir I Nyoman Gunarsa (David/detikHOT)


Saat menggelar pameran tunggal, yang ternyata menjadi eksibisi terakhir ada dua lukisan yang menarik perhatian pengunjung. Lukisan 'Presiden Jokowi Mendalang' yang berdiameter 390 x 290 cm. Serta kedua lukisan berjudul 'Upacara Ngeruwat Tumpek Wayang' berukuran 430 x 290 cm. Lukisan raksasa ini berada di sebelah kanan dan kiri dinding galeri Bentara Budaya Jakarta (BBJ).

Lukisan 'Presiden Jokowi Mendalang' merupakan karya terakhir dari sang maestro. "Arti lukisan itu, Bapak berharap para pemimpin di negeri ini dalam budaya ada persatuan. Bapak saya punya idealisme yaitu nasionalisme yang perlu dibangun berlandaskan karakter building pada budaya untuk membangun kebersamaan," kata putra dari Gunarsa, Gde Artison Andarawata kepada detikHOT di rumah duka, Jalan Raya Banda, Banjarengkan, Klungkung, Bali, Minggu (10/9/2017) malam.

Duka masih menyelimuti kerabat serta para penggemar karya-karya I Nyoman Gunarsa termasuk kabar duka via timeline media sosial. Dumugi Amor Ring Acintya, I Nyoman Gunarsa..


(tia/dal)

Photo Gallery
1 1 2 3 4
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed