Nama Jeff Gillette ada dalam jajaran seniman ternama dalam instalasi 'Dismaland', sebuah taman hiburan dystopian di Somerset, Inggris. Dari situ, Jeff Gillette mencoba menciptakan karya di penjuru galeri dengan material sampah.
Kertas-kertas berserakan di atas lantai, tanah sengaja ditaburkan tak beraturan, sketsa karya seni, boneka mini Mickey Mouse, gubuk-gubuk kecil dan lain-lain. Kreasi hasil kerjasama Tusti's Foothill High School itu mengkritik persoalan nilai seni.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Siapa yang menentukan nilai seni? Ini aturan yang sangat sewenang-wenang," ujar Jeff Gillette dikutip dari LA Times, Rabu (7/6/2017).
"Saya sedikit sinis pada siapa yang menentukan nilai seni. Ini tidak ada hubungannya dengan seniman atau seni. Ini lebih berkaitan pada perdagangan dan orang-orang yang membalik seni dan menghasilkan uang. Apakah ini sampah atau seni, kamu sendiri yang putuskan," lanjut Jeff Gillette.
Selama setahun terakhir dia melakukan riset ke pemukiman kumuh di Mumbai, India. Serta menjadi relawan Peace Corps, Nepal, di akhir 1980-an dan telah mengunjungi India lebih dari 20 kali.
Karya Jeff Gillette yang mencolok adalah lukisan berukuran besar yang terinspirasi ketika berada di India. Dia membuatnya secara digital, dibuat ulang dengan gambar cat karya Jackson Pollock, Roy Lichtenstein, dan Mark Rothko.
"Barang-barang sampah ini menjadi (mungkin) nilai seni yang tinggi," pungkasnya.
Baca Juga: Sketsa dan Memorabilia S.Sudjojono Dipamerkan di Bentara Budaya Jakarta
(tia/dar)











































