Hal tersebut dikarenakan adanya sebuah karya dari Sam Durant yang terinspirasi dari saksi gantung di Amerika. Dalam sejarahnya, di tahun 1862 ada 38 warga Dakota yang dieksekusi oleh tentara Amerika Serikat Mankato, Minnesota.
Menurut para pelaku aksi, tidak seharusnya hal itu dipertontonkan dalam sebuah karya seni.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Diumukan pada Januari 2016, akan ada 16 karya baru dalam pembukaan kembali taman tersebut, salah satunya adalah karya Sam Durant tersebut.
"Dengan merujuk pada eksekusi bersejarah yang berbeda, patung karya Durant menunjukan pada cakupan yang luas dari topik sosio-politik, misalnya perbudakan, warga native Amerika dan perjuangan hak sipil Afrika-Amerika, pengkhianatan, anarki, dan nilai-nilai demokrasi," tulis keterangan yang dikutip dari The Art Newspaper.
Sam Durrant dan direktur dari The Walker Art Center, Olga Viso, dikabarkan telah merilis permohonan maaf kepada para orang-orang yang merasa tersakiti hatinya. (srs/dar)











































