Lewat 'The Woman Art Exhibition Nasty', mereka menyuarakan pendapatnya. Dikutip dari Huffington Post, Jumat (6/1/2017), salah seorang seniman yang berbasis di New York, Roxanne Jackson, mengatakan saat Trump terpilih jadi presiden pada 9 November 2016, dia mengaku kaget akan keputusan tersebut.
"Saya tidak bisa membayangkan wanita sebagai obyek akan diserang secara membabi buta, atau perempuan dihukum karena melakukan aborsi, atau kebijakan-kebijakan lainnya yang merugikan perempuan," ujar Jackson.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selama satu jam pertama, dia menerima 300 tanggapan. Berhari-hari kemudian, terkumpulkan 700 seniman, pecinta seni, maupun publik umum yang ikut gerakan Jackson.
Untuk menyukseskan eksibisinya, mereka yang tergabung dalam daftar Jackson harus mengirimkan karya seni apapun. Hampir ada 1000-an karya seni memprotes Trump yang dikirimkan pada tim Jackson.
Baca Juga: Usai Residensi Korea, Patriot Mukmin Akan Bereksperimen dengan Aksi Damai Jakarta
(tia/mmu)











































