Arica Theater Company akan menampilkan pementasan berjudul 'Butterfly Dream', sebuah teater tanpa kata-kata mengenai pencarian kehidupan dua orang manusia. Lewat pertunjukan ini, Arica Theater Company mengusung jenis teater fisik sebagai pertumbuhan teater garda Jepang pada tahun 1960 hingga 1970-an.
'Butterfly Dream' pertama kalinya dipentaskan tanpa judul di Butterfly Pavilion, Niigata (2009), selanjutnya di sejumlah festival penting di Jepang. Termasuk di BanlART1929 Studio NYK, Yokohama dan di Vacant, Tokyo.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ekspresi dan pola yang selaras ini turut menginvestigasi relasi gender beserta isu-isu kekuasaan selaku bagian yang paling rentan dalam diri manusia. Pentas keduanya akan mengisi akhir pekan Anda di Salihara sebanyak dua kali show pada Sabtu-Minggu (15-16/10) ini.
(tia/mmu)










































