Pameran 'Visualizing the Invisible' Eksplorasi Seni dan Teknologi

Pameran 'Visualizing the Invisible' Eksplorasi Seni dan Teknologi

Tia Agnes - detikHot
Jumat, 02 Sep 2016 14:56 WIB
Pameran Visualizing the Invisible Eksplorasi Seni dan Teknologi
Foto: Istimewa
Jakarta - Enam seniman dan kelompok seni menampilkan karya-karyanya di pameran seni-teknologi yang berjudul 'Visualizing the Invisible'. Dibuka di Pasific Place Jakarta, eksibisi ini merupakan penutup dari konferensi Big Data-Data for Life 2016.

Pameran yang dikuratori oleh Jeong-ok Jeon, mengatakan seni, data dan teknologi mampu menjadi trend. "Di era Big Data, seniman visual telah melakukan perkembangan ekstrim dalam menggunakan medium. Berbeda dengan generasi sebelumnya yang berkarya menggunakan obyek atau subyek konkrit, seniman masa kini mengeksplorasi data yang abstrak sebagai bahan dasar," kata kurator yang kini berdomisili di Indonesia, Jumat (2/9/2016). Sebelumnya, dia pernah berkarier sebagai kurator di Seoul, Paris, Venesia, Brisbane, Bangkok, dan Washington DC.

Simak: Kisah Doraemon dan Hanoman Meriahkan Malam Budaya Indonesia di Hokkaido

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tujuan pameran ini sejalan dengan misi untuk mendekatkan seni kepada publik. Serta bermaksud untuk memperlihatkan bagaimana data dan seni bisa dielaborasi serta divisualisasikan ke dalam beragam rupa," tambah dia lagi.

Suar Artspace yang mendukung eksibisi juga mengungkapkan lewat 'Visualizing the Invisible' bertujuan untuk memperlihatkan bahwa batasan kreativitas sangat luas dan tak berujung. "Seni bisa ditemukan dalam semua hal, dalam masyarakat, data, dan teknologi," tutur juru bicara Suar, Nin Djani.

Seniman yang berpartisipasi adalah Angelica Dass (Brazil), Angki Purbandono (Indonesia), House of Natural Fiber/ HONF (Indonesia), Hysteria (Indonesia), Mioon (Korea Selatan), dan Sey Min (Korea Selatan). Pameran akan berlangsung hingga 6 September mendatang.

(tia/doc)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads