Mereka merespons tragedi 9/11 dengan berbagai karya seni. Peristiwa tersebut hampir menewaskan lebih dari 3000 jiwa.
Direktur 9/11 Memorial Museum, Alice M.Greenwald mengatakan lewat pameran seni adalah salah satu cara. "Kami pikir perlu ada cara lain untuk mengingat dan menyadari bahwa seni adalah cara yang efektif," katanya dilansir dari Reuters, Jumat (2/9/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Eksibisi menceritakan tentang kisah serangan 11 September dan memberikan penghormatan kepada mereka yang meninggal dunia. Karya yang ditampil meliputi lukisan, patung, sketsa, dan video art.
Misalnya, Saucedo membuat patung yang terbuat dari bubur kertas dan berjudul 'World Trade Center as a Cloud' yang terdiri dari tiga panel. Masing-masing berukuran 40 sampai 60 inci.
Beda lagi dengan pelukis sekaligus pematung asal Amerika Eric Fischl yang juga kehilangan kawannya. Dia menampilkan sebuah patung perunggu 'Tumbling Woman'.
Pameran 'Rendering the Unthinkable: Artist Respond to 9/11' merupakan eksibisi khusus pertama dan terbesar bagi museum. Eksibisi dibuka untuk umum mulai 12 September mendatang.
(tia/doc)











































