Respons Penganiayaan di Panti Asuhan, Seniman Rusia Protes Selama 21 Hari

Respons Penganiayaan di Panti Asuhan, Seniman Rusia Protes Selama 21 Hari

Tia Agnes - detikHot
Senin, 11 Jul 2016 09:01 WIB
Respons Penganiayaan di Panti Asuhan, Seniman Rusia Protes Selama 21 Hari
Foto: Huffington Post
Jakarta - Seniman sekaligus aktivis Katrin Nenasheva baru saja menyelesaikan pekerjaan seninya di tengah kota negara Rusia. Selama 21 hari lamanya, Nenasheva membawa dan menyeret-nyeret tempat tidur berbingkai logam dan berjalan-jalan berkeliling.

Aksi tersebut merupakan sebuah protes untuk meningkatkan kesadaran akan penganiayaan anak-anak yang terjadi di panti asuhan Rusia. Salah satu aksi yang paling mencolok ketiga ia berada di Moskow Alexander Garden.

Baca Juga: Teater Garasi Akan Pentaskan 'Yang Fana adalah Waktu' di Jakarta

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia mengobati seorang pemuda bernama Dmitry Zhdanov yang menjadi cacat setelah melompat dari lantai lima bangunan. Kakinya terkena infeksi karena kurang perawatan dan ia adalah anak panti asuhan.

Selain itu, berbagai aksi dilakukan Nenasheva. Salah satunya adalah menusuk kakinya sendiri dengan jarum. Tindakan tersebut adalah metode untuk melumpuhkan anak bergerak dengan bebas dan biasa dilakukan oleh pegawai panti terhadap anak-anak yang tinggal di kawasan tersebut.

Baru-baru ini, Nenasheva kembali mem-posting gambar grafis di media sosial, serta gambar dari saudara-saudara Dmitry yang dipukul oleh karyawan panti asuhan lainnya. Serta kurangnya kebijakan dan aturan pemerintah setempat terkait kasus-kasus tersebut.

(tia/tia)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads