Aksi tersebut merupakan sebuah protes untuk meningkatkan kesadaran akan penganiayaan anak-anak yang terjadi di panti asuhan Rusia. Salah satu aksi yang paling mencolok ketiga ia berada di Moskow Alexander Garden.
Baca Juga: Teater Garasi Akan Pentaskan 'Yang Fana adalah Waktu' di Jakarta
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, berbagai aksi dilakukan Nenasheva. Salah satunya adalah menusuk kakinya sendiri dengan jarum. Tindakan tersebut adalah metode untuk melumpuhkan anak bergerak dengan bebas dan biasa dilakukan oleh pegawai panti terhadap anak-anak yang tinggal di kawasan tersebut.
Baru-baru ini, Nenasheva kembali mem-posting gambar grafis di media sosial, serta gambar dari saudara-saudara Dmitry yang dipukul oleh karyawan panti asuhan lainnya. Serta kurangnya kebijakan dan aturan pemerintah setempat terkait kasus-kasus tersebut.
(tia/tia)











































