Art Miami New York 2016 merupakan pameran seni yang terbentuk pertama kalinya di Pier 94, awal Mei 2015. Eksibisi internasional ini kepanjangan dari Art Miami yang berlangsung tahunan di Miami.
Managing Director iPreciation, Helina Chan, mengapresiasi dengan karya lukisan Gao ke pecinta seni Amerika. "Dia adalah sosok seniman masa Renaissance yang unik, kepekaannya yang kuat sebagai penulis dan pelukis membuat karyanya berkualitas," ujarnya, Selasa (14/6/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Gao tidak hanya dikenal sebagai pelukis asal Tiongkok tapi dia juga seniman internasional yang karyanya berkaitan dengan kondisi manusia. Dia mampu mengungkapkan kenegaraannya dalam bahasa yang dipahami secara universal," tambah dia lagi.
Dia tak hanya dikenal sebagai seorang seniman tapi juga penulis, dramawan, sutradara, pelukis, dan fotografer Tiongkok pertama yang dianugerahi Hadiah Nobel untuk Sastra di tahun 2000. Di tahun 1989, Gao dianugerahi Asian Cultural Council Fellowship dari Amerika Serikat. Pada 1992, ia dianugerahi Chavalier de l'Ordre des Arts et des Lettres dan Legion of Honor oleh Prancis, 10 tahun berikutnya.
Baginya, lukisan adalah karya seni tertinggi yang material tinta digunakan sebagai bahan utama. Tapi, Gao meninggalkan penggunaan alat tinta tradisional tapi fokus memakai singkat hingga lukisannya kerap bergaya abstrak. "Lukisan dipakai ketika bahasa gagal digunakan, keyakinan ini yang terus menerus membuat saya tetap berkarya," pungkas Gao, dalam keterangan persnya.
(tia/mmu)











































