"Saya ingat sekali kapan kami bertemu. Saya dipercayakan untuk memotret sampul albumnya," ujarnya, seperti dilansir dari Huffington Post, Kamis (12/5/2016).
Untuk menangkap gambar terbaik, Moriarty dan Winehouse berjalan-jalan di lorong kota, jalanan, bar, kafe, dan kediaman pribadinya. Termasuk jepretan ketika Winehouse mengajak jalan-jalan anjing peliharaannya. Dia terlihat muda, konyol, dan juga santai.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto-foto intim yang belum pernah diperlihatkan kepada publik, kali ini dipajang oleh Moriarty. "Fotografi adalah bagian penting dari hidup Winehouse, dari seorang gadis muda berubah menjadi penyanyi rekaman. Dia mengalami hal-hal baru setelah perilisan album pertamanya 'Frank'," katanya.
Usai kabar meninggalnya Winehouse di tahun 2011, Moriarty tak yakin dengan pameran yang digelarnya sekarang. Dia didekati oleh banyak kolektor maupun pemilik galeri seni. Namun, Moriarty menolak tawaran pameran tunggal. Ia tengah berkabung dan tak ingin menarik popularitas dari kematian Winehouse.
Namun, setelah menyaksikan film dokumenter Winehouse yang berjudul 'Amy', ia berubah pikiran. "Saya berpikir sisi lain Amy Winehouse harus ditampilkan. Bahwa saya harus membawanya ke tempat publik dan seni fotografi adalah salah satu caranya."
Demi mewujudkan rencananya, Moriarty berkolaborasi dengan seorang desainer Sybren Kuiper untuk mengkompilasi foto-foto Winehouse menjadi satu volume. Berjudul 'Before Frank', buku tersebut akan dirilis bertepatan dengan pembukaan pameran fotografi.
"Saya ingin orang-orang membaca buku ini dan mengenang perjalanan bersama dengan Amy," pungkasnya.
(tia/mmu)











































