ART|JOG|9 Digelar di Jogja National Museum

Tia Agnes - detikHot
Kamis, 28 Apr 2016 17:05 WIB
Foto: ART|JOG|9
Jakarta - Gelaran akbar bertaraf internasional ART|JOG kembali hadir tahun ini. Mengusung tema 'Universal Influence', ART|JOG|9 memilih lokasi yang berbeda dari tempat penyelenggaraan sebelumnya, yakni Jogja National Museum.

CEO dan Direktur Artistik ART|JOG, Heri Pemad mengatakan, penyelenggara butuh tantangan baru yang berbeda dan lokasi Jogja National Museum bisa mewakili apa yang diinginkan oleh tim ART|JOG tahun ini.

"Sudah 8 kali ART|JOG digelar di Taman Budaya Yogyakarta dan kami butuh tantangan baru dengan segala problem baru," ujarnya ketika dihubungi detikHOT, Kamis (28/4/2016).

Simak: Pameran Foto 'Aung San Suu Kyi' Karya Christophe Loviny Dibuka 3 Mei

Heri mengungkapkan, lokasi Jogja National Museum membutuhkan biaya yang lebih mahal dan tantangan yang lebih sulit. Lokasinya pun tidak strategis dan sepopuler Taman Budaya Yogyakarta.

"Dari segi gagasan pun, kami butuh ekstra kerja. Padahal secara infrastruktur tidak lebih bagus dari TBY. Tapi kami harus membuat lokasi yang representatif buat art fair tingkat internasional dan memenuhi syarat event internasional," tambahnya lagi.

Meski tidak mengubah ruang dan infrastruktur lokasi, tapi kata Heri, dia sudah mengantongi izin untuk merobohkan dua tembok yang sama sekali tidak artistik di kompleks bangunan tersebut. Dua tembok tersebut berada di tengah-tengah museum dan satunya lagi di depan pendopo Ajiyasa.

"Saya sudah meminta izin untuk dirobohkan dan sudah oke dengan Disparbud dan pihak lainnya," tegas pendiri ART|JOG.

Selain itu, ART|JOG|9 punya keinginan khusus untuk mengangkat lokasi Jogja National Museum sebagai salah satu ikon tempat seni bergengsi di Yogyakarta. ART|JOG adalah bursa seni rupa kontemporer yang unik dan bertaraf internasional. Gelaran ini menjadi unik karena ART|JOG adalah art fair-nya para seniman dengan melibatkan mereka secara langsung untuk menghadirkan karya seni rupa kontemporer berkualitas dari beragam medium. Setiap tahunnya, ART|JOG selalu menghadirkan seniman komisi.

Misalnya, di tahun 2012 ada Joko Avianto dengan jalinan bambu yang menutupi seluruh muka Taman Budaya Yogyakarta (TBY). Di ART|JOG|13, ada Iwan Effendi feat. Papermoon Puppet Theatre yang menghadirkan instalasi teater boneka raksasa dalam komidi putar. Di ART|JOG|14, Samsul Arifin menghias fasad Taman Budaya Yogyakarta dengan karya boneka-boneka Goni-nya. Serta tahun lalu duo seniman Indieguerillas menampilkan 8 karya seni instalasi yang melibatkan partisipasi publik dan berjudul 'Taman Budaya'. Indieguerillas pun membuat sebuah 'globe' tanaman raksasa di depan TBY.
 
Kali ini, ART|JOG akan dibuka lebih dulu penyelenggaraannya pada 27 Mei pukul 19.00 WIB mendatang. Pameran bakal berlangsung sampai 27 Juni!

(tia/mmu)