Eksibisi yang dibuka nanti malam menyelidiki kebiasaan dan hal-hal yang sering diterima apa adanya dari waktu ke waktu sebagai praktik pengulangan dan asimilasi yang diterima sebagai norma. "Upaya ini dilakukan dengan melihat secara lebih dalam sekaligus mengetengahkan elemen-elemen keseharian yang sudah lama tidak kita pertanyakan lagi," ucap Anjali, perwakilan dari REDBASE Foundation, Rabu (13/4/2016).
Simak: 24 Perupa dari 5 Negara Pameran 'Reborn' di Jakarta
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mereka yang berpameran sama-sama memiliki ketertarikan yang sama, yakni menampilkan kejadian umum yang ditemukan sehari-hari. Nantinya, kejadian tersebut disuguhkan melalui serangkaian lanskap, artefak, fotografi, video, proyeksi video, benda-benda temuan, instalasi keramik, patung, dan mural anamorfis.
"Mereka mengajak publik untuk berdialog dan meminjam kacamata artistik untuk menguak hal-hal yang dianggap biasa," tandas Anjali.
Ke-8 seniman yang berpartisipasi adalah Akiq AW (YK), Argya Dhyaksa (BDG), Anang Saptoto (YK), Faisal Habibi (BDG), Fehung Yudha Kusuma (YK), Prilla Tania (BDG), Hendra 'Blankon' Priyadhani (YK), dan Muhammad Akbar (BDG). Pameran berlangsung 13-27 April 2016.
(tia/mmu)











































