Di ajang jual beli rights buku tersebut menyediakan 590 meja dan menghadirkan 400 perusahaan dari 30 negara. CEO Mizan Pustaka, Sari Meutia yang menjabat sebagai Koordinator Pameran Buku International dari Komite Buku National mengatakan untuk membuat janji temu dengan agen yang mewakili penerbit-penerbit besar di Amerika, Inggris, dan Eropa, harus membuat janji sebulan sebelumnya.
"Suasana International Rights Center nyaris menyerupai pasar saham karena sangat ramai dan riuh pembicaraan yang terjadi antara agen dan penerbit. Semua meja selalu terisi selama tiga hari," ungkapnya, dalam keterangan yang diterima, Selasa (12/4/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di meja tersebut, kata Sari, ada agen penerbit novel penulis Dan Brown, Harper Lee, J.K.Rowling maupun penulis laris lainnya. "Manfaat yang diperoleh dari partisipasi Indonesia meningkatkan kerjasama bilateral dan multilateral di bidang pendidikan dan kebudayaan," ujar Ketua Komite Buku Nasional, Laura Prinsloo.
Selain itu, dapat meningkatkan produktivitas dan daya saing di pasar internasional agar bangsa Indonesia bisa maju dan bangkit bersama bangsa lain di Asia. "Khususnya di bidang industri perbukuan dan memposisikan Indonesia sebagai pemain utama di industri perbukuan lingkup MEA dan internasional," lanjut Laura.
Setelah London Book Fair 2016, Agustus mendatang Indonesia akan berpartisipasi di Beijing Book Fair dan kembali hadir di Frankfurt Book Fair Oktober mendatang.
(tia/ron)











































