"Gue pergi ke Salatiga, Semarang, Wonosobo, Magelang, dan daerah-daerah lainnya, dimana masyarakatnya ada budaya lima gunung," ujarnya ditemui di RUCI Art Space, Jalan Suryo Nomor 49, Jakarta Selatan, belum lama ini.
Anton mengungkapkan bahwa dirinya ingin melihat lebih khusus dan dekat dengan masyarakat 'lima gunung'.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Selamat Datang di 'Rumah' Anton Ismael
"Tiap komunal, punya arti sendiri soal rumah, tapi itu yang gue cari," tambahnya lagi.
Anton pun secara khusus mengundang Ade Darmawan sebagai kurator pameran tunggalnya kali ini. Pemikiran pendiri Ruang Rupa (RURU) yang dianggap kritis oleh Anton menjadi ruang kolaborasi yang menarik. Pasalnya, Anton tak hanya menampilkan kelihaiannya dalam memotret model profesional, seperti yang dikenal selama ini, tapi ada ruang lainnya.
"Uniknya Mas Ade ini punya sense of ruang dan tahu gimana memanipulasi ruangnya ini. Ini menarik, karena tak hanya sisi komersial saja yang gue tampilkan selama ini. Kadang gue juga motret pake film dan cuma lima shot, nggak mau ngatur-ngatur. Pakai sense fotografi saja," pungkasnya.
Pameran 'Rumah' Anton Ismael masih dapat dikunjungi di RUCI Art Space hingga 15 Mei 2016 mendatang!
(tia/dal)










































