Untuk pertama kalinya, 'POPMART 2016' hadir di Artotel Thamrin Jakarta dengan melibatkan 14 seniman muda Indonesia. Tak hanya seniman yang memajang lukisannya saja, tapi eksibisi juga hadir dalam bentuk suvenir, aksi live grafiti dan pengalaman kuliner di sudut hotel berkonsep street art ini.
Kali ini, 'POPMART 2016' bertemakan 'Mad House'. "Para seniman yang ada di sini, mereka berkreasi dan membuat sesuatu yang belum pernah dilihat seperti biasanya dan sejauh mana sih mereka memasukkan tema 'Mad House' di karyanya," kata kurator sekaligus manajer seni Artotel Indonesia, Safrie Efendi saat jumpa pers, Kamis (24/3/2016).
Β
'Mad House' merujuk pada pengertian tentang sebuah rumah dengan berbagai kegiatan yang terjadi di waktu bersamaan. Namun, juga bisa berarti 'rumah sakit jiwa' atau 'rumah gila'.
"Seperti karya Sarkodit yang terinspirasi dari orang-orang gila tapi disembunyikan di rumahnya oleh orang rumahnya. Atau mungkin mereka yang pameran di sini punya ide yang nggak biasa di POPMART 2016," jelas Safrie lagi.
![]() |
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seniman-seniman yang terlibat dalam eksibisi 'POPMART 2016' terdiri dari Wickana, Hari Prast, Irene Saputra, Atreyu Moniaga, Hendrique/ Hens, BART.One, Aditya Pratama, Sapparel, Resatio, X-go Warhol, Shane Tiara, Bali Artgasm, Muklay, dan Tomodachi Studio.
"POPMART akan menjadi agenda tahunan kami yang berkolaborasi dengan seniman kontemporer dengan lintas disiplin yang berbeda," pungkas Safrie.
Untuk bazaar dan pengalaman kuliner menarik digelar hanya malam ini saja. Sedangkan pameran seni di artspace lantai Mezzanine, Artotel masih bisa dilihat pengunjung umum dari 24 Maret-24 April 2016.
(tia/mif)











































