Saat detikHOT mengunjungi Galeri Nasional Singapura yang baru saja dibuka untuk umum November lalu dan terletak di dekat Taman Merlion, karyanya terpajang rapi di lantai 1. Terletak di Concourse Gallery 2, karyanya dimulai dari 12 instalasi yang berbentuk bulat dan terbuat dari tanah. Tang menciptakannya dengan bentuk melingkar di atas gundukan tanah.
![]() |
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca Juga: Intip Video Virtual Surealis Pelukis "Aneh" Salvador Dali
Di seberangnya lagi, tak lagi eksklusif menggunakan frame, tapi Tang memajang kain yang berukuran raksasa hingga mencapai langit-langit galeri. Karya yang bermakna sama seperti sebelumnya itu terlihat lebih jelas di mata pengunjung. Berjudul 'Gully Curtains' (1979) dan menggunakan tinta serta pigmen yang ada dalam pembuatan pakaian khas tradisional.
Di bagian belakang galeri, pengunjung mendapati sebuah artefak. Surat yang ditujukan kepada pihak otoritas Singapura itu berisi permohonan bantuan dana untuk pameran tunggalnya. Disertai selembar curriculum vitae (CV) dirinya sebagai seniman. Baginya, karya seni yang baik adalah yang menggunakan material alam dan kembali ke alam.
Simak: Dilarang Bawa Tongsis, Ini Aturan di Pameran Tetap Koleksi Galeri Nasional!
Seperti yang dikatakannya dan tercantum di dinding galeri, "We don't need to buy expensive paint from art shops, just take from the ground and its permanent."
![]() |
'Earth Work 1979' baru pertama kali diperlihatkan ke publik sejak terakhir kalinya dipajang 1980 silam. Serta hasil dokumentasi yang menunjukkan proses bekerjanya sebagai seniman. Tang merupakan pendiri dari The Artist Village di tahun 1988, komunitas seni pertama yang ada di Singapura. Dia kerap melakukan eksperimen seni dengan material alam. Di tahun 1999, Tang pernah meraih penghargaan dari 10th Fukuoka Asian Culture Prize dan pernah berpartisipasi di berbagai pameran seni tingkat internasional.
Seperti Venice Biennale yang ke-52 (2007), Gwangju Biennale yang ke-3 (2000), dan Fukuoka Asian Art Triennal pertama (1999). Baru-baru ini, Tang berpartisipasi dalam 'The Artist Congresses: A Congress' di dOCUMENTA 13 (2012).
(tia/mmu)













































