Menggunakan paper handcut, simbol-simbol agama dan Timur Tengah sengaja ditampilkan Mujahidin. Sejak 2010, seniman yang tampil dari representasi Lawangwangi Artspace Bandung itu mengembangkan isu pada persoalan peperangan dan konflik yang terjadi di Timur Tengah, khususnya yang berkaitan dengan Islam.
Baca Juga: Ketika Galeri Seni Bekas Barak Militer Buka Malam Hari
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
![]() |
Berbagai peristiwa tersebut membuatnya belajar tentang sejarah dan peristiwa yang terkait dengan Islam. "Saya belajar bermula dari psikoanalisis dari tugas akhir di tahun 2008 dan berkembang sampai 2010. Dan sampai sekarang ini," pungkasnya.
Karya seni instalasinya berada dalam kotak ruangan gelap. Di tiga sudut terdapat 'Dogma #1', 'Dogma #2', dan 'Aksioma'. Sedangkan bagian tengah 'The Convention' memajang 11 toples yang berisi foto Perang Dunia ke-2 yang didapatnya dari pasar bekas ketika residensi di Paris.
(tia/mmu)












































