Baru memasuki hari ketiga penyelenggaran, pria yang akrab disapa Alin sudah mendapatkan respons positif. "Saya nggak tahu apakah Si Dukun pesannya sampai atau nggak ke pengunjung. Tapi ternyata banyak feedback positif," katanya kepada detikHOT.
Dia menceritakan ketika tengah menginstal karya, seorang satpam pameran menghampirinya. Tanpa basa basi, dia menanyakan perihal karya bertemakan lingkungan hidup tersebut pada Alin. Tentang asal perahu, cerita di baliknya, pesan moral sampai pada kesan spiritual dari kehidupan seorang nelayan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bahkan pengunjung lainnya juga mengatakan hal yang sama. Kehidupan masyarakat Singapura yang serba cepat dan modern, perkembangan ekonomi yang pesat, serta unsur tradisi dan modern yang berjalan beriringan.
"Banyak yang bilang karyanya bagus. Pesan spiritualnya bisa ditangkap oleh mereka yang datang ngeliat. Kena dirasanya!" tutur Alin.
![]() |
Seni instalasi Alin 'Spiritual Capital (Pak Ujang's Boat)' menjadi salah satu karya yang dipajang dalam program Southeast Asia Forum. Ada tiga nama seniman Indonesia lainnya yang memamerkan karyanya, selain Alin. Mereka adalah Tintin Wulia (Osage Gallery) dan Aditya Novali (ROH Projects). Aliansjah adalah pendiri dari artspace di Bandung, bernama Ruang Gerilya.
(tia/doc)












































