Menurutnya, tradisi dan budaya Arab yang gemar menciptakan puisi bisa digunakan untuk tujuan yang salah. Salah satunya adalah merekrut jihadis.
Dilansir dari Guardian, Rabu (30/12/2015), dalam sebuah buku yang akan terbit berjudul 'Twenty-First Century Jihad', dia menulis, "Kekuatan puisi untuk para pembac yang secara emosional dapat menyusup ke Jiwa dan menciptakan ideologi untuk jihad militan," tulisnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satu contoh lainnya yang diteliti oleh Kendall adalah saat acara pernikahan putra Osama bin Laden di tahun 2000. Dia membacakan penggalan puisi yang memerintahkan penghancuran USS Cole di tahun 2000.
Penelitian Kendall pun berdasarkan data yang dikumpulkannya dengan mewawancarai 2000 orang. Responden yang ditanyainya lebih membicarakan tentang pentingnya puisi dalam kehidupan mereka, dampak bagi masyarakat, dan puisi yang digemari.
Survei ini dilakukan sejak Desember 2012 dan responden yang diwawancarainya dilakukan secara tatap muka, baik pria maupun wanita. "Sebanyak 74 persen percaya bahwa puisi itu penting dan mempengaruhi pola pikir mereka," ungkapnya.
Jangan lupa baca 100 Momen Selebriti 2015!
(tia/tia)











































