Buku yang menggunakan ilustrasi karya seni dari Jason Hazeley dan Joel Morris itu menggunakan plot yang cukup menegangkan. Dimulai dari tokoh utama yang tengah menatap pohon Natal selama 5 jam.
"Dia sedang berada di kantor. Besok dia akan segera dipecat. Dengan cara menatap pohon Natal, stres yang berhubungan dengan pekerjaan akan hilang," tulis buku tersebut, seperti dilansir dari Guardian, Selasa (22/12/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Awalnya, Penerbit Penguin mencetaknya sebanyak 15 ribu eksemplar. Tapi pertengahan November lalu, cetakannya naik dan sekarang berkembang menjadi 1,5 juta.
Menurut Nielsen, kini sebanyak 627.150 ribu kopi dari delapan buku seri 'The Ladybird' laku keras. Sementara Bookseller mengatakan bahwa delapan seri tersebut bertahan di rak buku populer sampai minggu lalu.
Judul-judul seperti 'The Ladybird Book of Sheds', 'The Ladybird Book of The Hipster' dan 'The Ladybird Book of the Mid-Life Crisis' masuk menjadi yang terpopuler.
"Penulisnya memiliki track record yang fantastis dan banyak yang bekerja untuk serial televisi seperti Miranda, Charlie Brooker, dan Mitchell and Webb. Serial Ladybird diproduksi dan disukai karena buku yang sangat lucu, sinis, tapi juga brilian. Mereka buku yang sempurna untuk kado Natal tahun ini," ucap pembeli non-fiksi Richard Humphreys.
(tia/tia)











































