Ketiga kelompok tersebut yakni grup teater boneka Papermoon Puppet Theatre asal Yogyakarta, kelompok musik Kande asal Aceh dan Sanggar Tari Soeryo Soemirat dari Surakarta. Produser Discover Indonesia Rama Thaharani mengatakan ketiganya mampu menampilkan sisi Indonesia yang berbeda di tanah Inggris.
"Dari standar artistik, mereka mampu mencapai taraf internasional. Tentunya nama-nama mereka sudah dikenal di Indonesia dan mancanegara," katanya usai jumpa pers di British Council Jakarta, Kamis (17/12/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rama mengatakan ketiganya pun memiliki minat dan penggemarnya masing-masing di negara Kate Middleton tersebut. Contohnya saja, Soeryo Soemirat sangat digemari oleh masyarakat Inggris.
Karena, Southbank Centre punya koleksi lengkap seperangkat alat musik gamelan. "Jadi gamelan itu sudah lazim di sana dan program kemarin jadi salah satu favorit publik. Sama saja dengan Papermoon Puppet Theatre, selama ini banyak masyarakat yang tahu hanya dua dimensi tapi ini ada lho yang tiga dimensi."
Direktur British Council Indonesia Sally Goggin mengatakan program Discover Indonesia merupakan bukti konkret dari kolaborasi yang melibatkan talenta muda dari Inggris serta Indonesia.
"Kolaborasi dua negara ini akan terus kami munculkan talenta terbaik dalam rangka memperkuat hubungan budaya Indonesia dan Inggris," ucapnya dalam jumpa pers.
![]() |
Simak Juga: Morrissey Tolak Penghargaan 'Bad Sex' di Debut Novelnya
Tiga kelompok kesenian tersebut mendapatkan kesempatan untuk tampil dalam festival seni bergengsi yaitu C Venue (Edinburgh), Soutbank Centre (London), Cryptic (Glasgow), dan Wales Millenium Centre (Cardiff). Ketika di Edinburg, mereka tampil di Edinburgh Fringe. Bahkan Kande asal Aceh meraih penghargaan Herald Angels Award untuk karyanya 'Aceh Meukondroe' dan Papermoon dinominasikan dalam Fringe Sustainable Practice Award 2015.
Program hasil kolaborasi seni dua negara tersebut terselenggara berkat dukungan British Council. Serta bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dan Dinas Pariwisata Provinsi Aceh.
(tia/ron)












































