Festival Seni Pekan Nan Tumpah 2015 Kembali Digelar

Tia Agnes - detikHot
Rabu, 16 Des 2015 08:30 WIB
Foto: Pekan Nan Tumpah 2015
Jakarta - Sukses menyelenggarakan Pekan Nan Tumpah pada 2013 lalu, Komunitas Seni Nan Tumpah (KSNT) kembali menyelenggarakan festival. Agenda yang diselenggarakan setiap dua tahunan tersebut akan berlangsung pada 22-26 Desember 2015 di Gedung Teater Utama Taman Budaya Sumatera Barat.

Kali ini, festival yang memasuki tahun penyelenggaraan ketiga akan menampilkan satu pertunjukan dari KSNT sebagai tuan rumah penyelenggara. Serta 4 pertunjukan dari 5 grup yang diundang.

Dalam keterangannya, (16/12/2015), KSNT mengundang Imaji, Rumah Drama dan Penulisan Kreatif (Padang), Teater Sakata (Padangpanjang), Sanggar Seni Dayung-dayung (Kayutanam), Komunitas Tari Galang (Padang), serta grup musik orkestra Seruni dari Universitas Negeri Padang.

Pimpinan KSNT sekaligus Ketua pelaksana Pekan Nan Tumpah 2015 mengatakan kelompok seni yang diundang adalah perpaduan dari kelompok junior dan senior yang konsisten berproses di Sumatera Barat.

"Mereka rutin menggelar pertunjukan dan banyak menghasilkan prestasi di tingkat provinsi, nasional dan internasional," ucapnya.

Secara materi pertunjukan yang dibawakan oleh 6 kelompok kesenian cukup bervariasi, mulai dari orkestra, pertunjukan teater, tari dan musikalisasi puisi. Nantinya, Pekan Nan Tumpah 2015 akan dibuka oleh Kelompok Orkestra Seruni dari Universitas Negeri Padang dengan 10 komposisi musik orkestra.

Di hari kedua, akan tampil Komunitas Seni Nan Tumpah dengan lakon 'Lomba Keharmonisan Rumah Tangga', naskah Karta Kusumah garapan sutradara Andre Pratama. Dua nomor tari kontemporer yang berjudul 'Galuik2 & Galiek' dari Komunitas Tari Galang, koreografer Deslenda, penata musik Susandra Jaya akan mengisi di hari ketiga.

Selanjutnya, di hari keempat akan ada kolaborasi teater dan musikal dari Imaji, Rumah Drama & Penulisan Kreatif dengan Sanggar Seni Dayung-Dayung pimpinan Yudhistira yang membawa repertoar berjudul 'Dendang Lain Waktu' karya Muhammad Ibrahim Ilyas.

Serta terakhir, 'Carito di Bukik Tui' naskah dan sutradara garapan Tya Setyawati dari Teater Sakata Padangpanjang. Pentas tersebut akan menutup rangkaian acara festival seni pertunjukan selama lima hari ini.


(tia/tia)