Hal tersebut diungkapkan Eko di sela-sela pembukaan 'Landscape Anomaly' di Galeri Salihara, Pasar Minggu, Jakarta.
"Rencananya ada undangan pameran tunggal di sebuah galeri seni di Shanghai, dan setahun berikutnya di Berlin," ucapnya kepada detikHOT.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Simak: Lukisan Raden Saleh Ada di Galeri Nasional Singapura
"Kalau sulaman bordir kan mulai konsisten sejak di Guang Zhou Biennale dan baru belakangan ini kerja sama dengan pembordir di pinggir jalan Yogyakarta. Mereka juga masih terima order dari saya dan masyarakat," kata Eko.
Selama 1,5 tahun ini Eko sudah mengeksplorasinya ke berbagai medium. "Dari yang di Guang Zhou dengan yang di Salihara metodenya saja yang beda, kalau soal embordery-nya saja yang sama," lanjutnya.
Eko Nugroho adalah seniman asal Yogyakarta yang namanya sudah mendunia. Dimulai dari awal 2000-an lewat Dagingtumbuh, di tahun 2013 lukisannya 'Republik Tropis' dilirik brand fashion Louis Vuitton. Dia pernah berpameran di Singapura Tyler Print Institute (2013), Muse'e d'Art Moderne de la Ville de Paris, Prancis (2012), Art Gallery of South Australia (2011) dan Artoteek, The Hague, Belanda (2005).
(tia/mmu)











































