Seperti manusia berkepala kardus, manusia hasil mutasi, manusia-setengah-makhluk-alien, manusia berselubung onderdil, kulit binatang, dan motif sisik yang menjadi ciri khas karya Eko. Dalam beberapa karya seni bordir, patung maupun instalasi, Eko selalu menyelipkan unsur visualΒ seperti sisik ikan.
Kurator Nirwan Dewanto mengatakan, motif tersebut ada dalam unsur kebudayaan Jawa yang merupakan dekonstruksi terhadap ornamen Nusantara. "Motif sisik ini berasal dari atap kayu Jawa," katanya saat bincang seniman di Galeri Salihara, Pasar Minggu, Jakarta, Sabtu (21/11/2015) lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bagi Eko, sisik menjadi repetisinya dalam mencari ide. Pertama kali menggambar sisik pun diakui Eko ketika dirinya masih belajar seni lukis di Yogyakarta.
"Dari ketidaksengajaan memenuhi semua objek tersebut dengan bahasa sisik. Jadi semacam lengkungan dari gunungan, dan tanpa sengaja seperti tubuh binatang atau sisik," katanya.
Baca Juga: Pameran Tunggal Eko Nugroho Digelar Sampai 21 Desember
Eko Nugroho adalah salah satu seniman Tanah Air yang memiliki karier internasional. Ia mulai dikenal publik dengan seni rupa Dagingtumbuh yang muncul sejak awal dekade 2000-an. Eksibisi tunggalnya 'Landscape Anomaly' digelar sampai 21 Desember mendatang.
(tia/mmu)











































