“Tigabelas tahun waktu saya habis di penjara,” ujar Misbach Tamrin ketika membuka pameran lukisannya yang bertajuk ‘Arus Balik’ di Galeri Nasional, Jakarta akhir pekan lalu. Ia tampak necis di usianya yang sudah 74 tahun, mengenakan topi, kacamata dan melapisi kemaja batiknya dengan jas.
Geraknya masih gesit, tutur kata dan pendengarannya pun masih tajam. Setelah pameran dibuka, ia berdiri di antara karya-karya lukisannya. Berganti-ganti orang-orang datang dan pergi, dari pengunjung yang meminta foto bersama, wartawan yang hendak wawancara hingga kolektor yang memberikan selamat atas terselenggaranya pameran tersebut.
Ini memang momen istimewa bagi pelukis yang merupakan anggota sekaligus juru bicara Sanggar Bumi Tarung (SBT), sebuah wadah para pelukis yang didirikan oleh Amrus Natalsya di Yogyakarta pada 1961. Inilah untuk pertama kalinya Misbach akhirnya menggelar sebuah pameran tunggal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Saya senang, bahagia,” tambahnya ketika berbincang dengan detikHOT.
Pameran ‘Arus Balik’ dengan demikian sekaligus menjadi retrospektif perjalanan Misbach sebagai pelukis yang merintis karier sejak usia 19 tahun, ketika masih duduk di bangku SMA di Banjarmasin. Sesuai dengan usia perjalanan kesenimanannya hingga kini, ia pun menampilkan 55 buah lukisan untuk dipamerkan.
Karya-karya Misbach ditorehkan dengan cat minyak di atas kanvas dalam berbagai ukuran. Sebagian besar karya yang ditampilkan dibuat pada era-era pasca dia keluar dari penjara pada 1978. Aktivitas Misbach di SBT yang berafiliasi dengan Lekra (Lembaga Kesenian Rakyat), salah satu sayap Partai Komunis Indonesia (PKI), membuatnya ditangkap setelah peristiwa G30S. Bahkan, banyak lukisan Misbach yang berangka tahun 2000-an.
“Ini memang karya-karya baru. Waktu di dalam penjara kan nggak bisa melukis, kecuali membuat karya-karya pesanan,” kenang Misbach.
Pameran lukisan ‘Arus Balik’ Misbach Tamrin merupakan pameran tunggal kedua pelukis Lekra yang digelar di Galeri Nasional setelah Djoko Pekik dua tahun lalu. Sebelumnya, pada 2008, di tempat yang sama pernah digelar pameran lukisan bersama Sanggar Bumi Tarung.
Salah seorang pelukis Lekra terkenal lainnya, Hendra Gunawan, Agustus lalu menerima Anugerah Bintang Mahaputra Utama dari Presiden Joko Widodo.
(mmu/mmu)










































