Menurutnya, permasalahan yang ada di danau sudah terjadi bertahun-tahun. Banyak masyarakat yang justru menerima pasrah keadaan tersebut tanpa tahu ada apa di balik keringnya danau. "Di sekitar situ, ada pabrik kapur yang menyerap air banyak," ujarnya saat ditemui di Artotel Thamrin Jakarta Pusat, Kamis (19/11/2015) lalu.
Tak hanya persoalan pabrik kapur di kawasan tersebut, tapi proyek jangka panjang ini juga direncanakannya sampai tahun 2018. Tahun depan Alin ingin membantu masyarakat menanam kangkung di kawasan danau. "Karena kangkung bisa mengurangi kadar merkuri yang ada di tanah."
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi akan ada proyek usaha pecel lele khas Situ Ciburuy," kata Alin disambut gelak tawa.
Baca juga: Art Stage Singapore 2016 Tampilkan 143 Galeri dari 32 Negara
Jika rencananya berhasil, di tahun berikutnya Alin ingin membuat Museum Perahu yang memuat kapal-kapal nelayan yang selama ini tak terpakai oleh warga. Nantinya, kapal tersebut akan diberikan nama sesuai pemilik dan dituliskan sejarahnya.
Nantinya, di Art Stage Singapore 2016, Alin akan menampilkan sebuah karya instalasi perahu serta video art tentang perjalanannya menciptakan proyek berkonsep lingkungan alam. "Perjalanan masih panjang sampai 2018 nanti. Nanti yang ditampilkan di Art Stage Singapore 2016 baru awal mula proyek saja," ucap lulusan ITB Bandung ini.
Aliansyah Caniago merupakan seniman yang pernah berpartisipasi di workshop seni bareng Boris Nieslony (Jerman), Waldemar Tatachuk dan Janusz Baldyga (Polandia), Lee Wen (Singapura) dan Seiji Shimosa (Jepang). Tahun ini, Alin berhasil meraih penghargaan 'Top Honor Indonesian Art' dari Yayasan Seni Rupa Indonesia. Serta di Bandung Contemporary Art Award 2015. Dia juga salah satu pendiri dari artspace di Bandung bernama Ruang Gerilya.
(tia/dal)











































