Forum Seniman Lokal dan Internasional Meriahkan Biennale Jogja 2015

Forum Seniman Lokal dan Internasional Meriahkan Biennale Jogja 2015

Tia Agnes - detikHot
Senin, 16 Nov 2015 16:03 WIB
Forum Seniman Lokal dan Internasional Meriahkan Biennale Jogja 2015
Jakarta - Gelaran akbar dua tahunan Biennale Jogja XIII yang menggandeng seniman Nigeria resmi dibuka awal November. Pertengahan bulan ini, program Biennale Forum akan diisi oleh seniman lokal dan internasional pada 17-19 November 2015.

Bertempat di Gedung Societet Taman Budaya Yogyakarta, Jalan Sri Wedani Nomor 1 Yogyakarta, diskusi ini akan memperbincangan tentang lokal, kosmopolitan, dan relasional. Dalam keterangannya kepada detikHOT, Senin (16/11/2015), di hari pertama akan diisi dengan kuliah umum oleh Nicolas Bourriaud.

Dia adalah Direktur dari Γ‰cole Nationale SupΓ©rieure des Beaux-Arts, Prancis dari 2011 hingga Juli 2015. Sebelumnya, bersama JΓ©rΓ΄me Sans, Bourriaud mendirikan dan menjadi co-direktur Palais de Tokyo, Paris. Dia pun menjadi kurator seni kontemporer Gulbenkian di Tate Britain, London dari 2008-2010, tahun 2009 sebagai kurator Tate Triennial ke-4.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baca Juga: Budayawan Jakob Sumardjo Raih Nabil Award 2015

Di hari pertama diskusi juga ada Simposium Khatulistiwa (SK) meluncurkan sejumlah naskah yang disampaikan dan diperbincangkan dalam SK 2014 dengan judul 'SK 2014 – Orang dan Orang Banyak: Praktik Etika dan Estetika dalam Demokrasi Abad ke-21'.

Berlanjut hari kedua di ruang concert hall, pasca sarjana ISI Yogyakarta mulai pukul 10.00 WIB, forum akan diisi oleh Vera Mey yang akan berbicara tentang fenomena kerja residensi dan proyek kolaborasi di Asia Tenggara. Pembicara kedua adalah Jannice Kim dan Agung Hujatnika.

Sedangkan di hari terakhir dari pukul 10.00-11.00 WIB, diskusi akan dibuka oleh Mami Kataoka. Dia adalah Kepala Kurator di Museum Seni Mori (MAM) di Tokyo sejak 2003 dan memperluas praktek kuratorialnya dalam banyak proyek internasional. Termasuk di Gwangju Biennale ke-9 (2012) sebagai Artistik Direktur Rekanan.

Kedua adalah, Syafiatudina yang merupakan co-direktur KUNCI Cultural Studies Center di Yogyakarta. Lalu, ada Joned Suryamotko yang berprofesi sebagai sutradara teater. Saat ini, ia adalah Direktur pada Indonesian Dramatic Reading Festival (IDRF), dan sebagai Spesialis Teater untuk Program Komunitas Kreatif, diprakarsai oleh Yayasan Kelola dan Bank Dunia.

Terakhir, Rain Rosidi yang juga adalah Direktur Artistik Biennale Jogja XIII sekaligus pengajar ISI Yogyakarta. Ia akan mengungkapkan proses kerja sebuah festival seni sekelas biennale mancanegara.

Perhelatan Biennale Jogja XIII Ekuator #3 akan berlangsung sampai 10 Desember di Jogja National Museum!

(tia/tia)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads