Buku 'Kebayaku' Dikoleksi Perpustakaan Amerika Serikat

Buku 'Kebayaku' Dikoleksi Perpustakaan Amerika Serikat

Tia Agnes Astuti - detikHot
Selasa, 10 Nov 2015 17:23 WIB
Buku Kebayaku Dikoleksi Perpustakaan Amerika Serikat
Jakarta - Frankfurt Book Fair (FBF) 2015 telah berlalu, namun kemeriahannya masih terasa di Tanah Air. Indonesia menjadi tamu kehormatan di ajang tersebut, dan hal itu membawa berkah tersendiri bagi buku-buku yang ditampilkan di sana.

Salah satunya adalah buku "coffee-table" berjudul 'Kebayaku'. Di FBF 2015 buku karya Mien R Uno itu hadir sebagai bagian dari buku-buku yang dipamerkan di National Collective Stand Indonesia, melengkapi sekitar 2000-an judul buku Indonesia lainnya yang dipamerkan di Pavilion Indonesia dan berbagai stand buku Indonesia lainnya.

Kini, buku tersebut telah sampai di Amerika Serikat. "Buku ini juga dipilih oleh National Library of Congress di Washington DC, AS, untuk mengisi berbagai perpustakaan nasional di Amerika Serikat," ujar Mien R. Uno dalam keterangannya, Selasa (10/11/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Photo: Ada Pameran Seni Lho di Pasar Tebet Timur!

Menurutnya, pemilihannya berdasarkan isi buku yang merupakan hasil dari riset dan paparan detail mengenai kebaya tradisional Indonesia. "Kebayaku, secara langsung mempromosikan kearifan lokal dan kekayaan bangsa," lanjutnya.

Buku yang penulisannya dibantu oleh Debbie Suryawan itu merupakan hasil pemikiran Mien R. Uno yang berisi padu-padan dan sejarah singkat pakem kebaya, seiring perkembangan kebaya nasional yang begitu pesat.

"Selain hadirnya koleksi kebaya kreasi sahabat-sahabat perancang busana, berjalannya waktu membuat koleksi kebaya saya semakin beragam dengan hadirnya koleksi kebaya klasik yang dibeli di pasar atau toko khusus kebaya di pelosok Nusantara. Keberagaman itu saya tampilkan lewat buku ini," paparnya.

Baca Juga: Pertama Kalinya Seniman Dua Negara Pameran di Pasar Tradisional

Pemilik nama asli Rachmini Rachman tersebut adalah pendiri Lembaga Pendidikan Duta Bangsa yang juga aktif menjadi pembicara di bidang pendidikan maupun pengisi acara nilai-nilai etika dan pengembangan diri. Ia pernah bergabung dengan Himpunan Pecinta Kain dan Tenun Indonesia (Wastraprema) di tahun 1976. Dua tahun setelahnya, ia bekerja sama dengan Bagong Kussudiardjo mendirikan usaha dagang desainer batik Bagong Kussudiardjo.

(tia/mmu)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads