Salah satunya adalah buku "coffee-table" berjudul 'Kebayaku'. Di FBF 2015 buku karya Mien R Uno itu hadir sebagai bagian dari buku-buku yang dipamerkan di National Collective Stand Indonesia, melengkapi sekitar 2000-an judul buku Indonesia lainnya yang dipamerkan di Pavilion Indonesia dan berbagai stand buku Indonesia lainnya.
Kini, buku tersebut telah sampai di Amerika Serikat. "Buku ini juga dipilih oleh National Library of Congress di Washington DC, AS, untuk mengisi berbagai perpustakaan nasional di Amerika Serikat," ujar Mien R. Uno dalam keterangannya, Selasa (10/11/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, pemilihannya berdasarkan isi buku yang merupakan hasil dari riset dan paparan detail mengenai kebaya tradisional Indonesia. "Kebayaku, secara langsung mempromosikan kearifan lokal dan kekayaan bangsa," lanjutnya.
Buku yang penulisannya dibantu oleh Debbie Suryawan itu merupakan hasil pemikiran Mien R. Uno yang berisi padu-padan dan sejarah singkat pakem kebaya, seiring perkembangan kebaya nasional yang begitu pesat.
"Selain hadirnya koleksi kebaya kreasi sahabat-sahabat perancang busana, berjalannya waktu membuat koleksi kebaya saya semakin beragam dengan hadirnya koleksi kebaya klasik yang dibeli di pasar atau toko khusus kebaya di pelosok Nusantara. Keberagaman itu saya tampilkan lewat buku ini," paparnya.
Baca Juga: Pertama Kalinya Seniman Dua Negara Pameran di Pasar Tradisional
Pemilik nama asli Rachmini Rachman tersebut adalah pendiri Lembaga Pendidikan Duta Bangsa yang juga aktif menjadi pembicara di bidang pendidikan maupun pengisi acara nilai-nilai etika dan pengembangan diri. Ia pernah bergabung dengan Himpunan Pecinta Kain dan Tenun Indonesia (Wastraprema) di tahun 1976. Dua tahun setelahnya, ia bekerja sama dengan Bagong Kussudiardjo mendirikan usaha dagang desainer batik Bagong Kussudiardjo.
(tia/mmu)











































