Potongan-potongannya yang halus membuat Londono mampu membuat puisi-puisi di dalamnya. Menggunakan tulisan tangan, Londono membuat karyanya seperti sebuah refleksi pada kemampuan bahasa.
Baca Juga: Ketika Hujan, Mural Jalanan di Seoul Berubah Cerah
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya sangat tertarik mengapa seseorang bisa merasakan traumatis atas identitas seseorang," ucapnya dilansir dari My Modern Metropolis, Selasa (3/11/2015).
Simak: Patung Buatan Chen Dapeng, Mirip Ratu Inggris Atau Tom Hanks?
Londono menggunakan kertas dan kata-kata puitisnya untuk membuat surat, grafiti dan instalasi berukuran besar yang rumit.
"Sekarang saya membuat proyek instalasi yang menangkap cerita dari 30 perempuan yang mengungsi akibat kekerasan di Kolombia. Setiap lembarannya punya cerita sendiri," pungkas Londono.
(tia/tia)











































